-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium, Amerika Serikat,

Kamis, 16 Juli 2026 | Juli 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-15T18:03:56Z

 

Semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) bukan sekadar perebutan tiket menuju final. Pertemuan dua raksasa sepak bola dunia ini kembali menghidupkan rivalitas panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun, baik di dalam maupun di luar lapangan.

 


Suporter kedua tim mengaku siap melewati laga yang penuh tekanan. Meski performa Inggris maupun Argentina sepanjang turnamen belum sepenuhnya meyakinkan, keduanya berhasil menembus empat besar berkat kemampuan menemukan cara untuk meraih kemenangan pada setiap fase gugur.

Pertandingan ini memiliki arti istimewa bagi kedua negara yang sama-sama menjadikan sepak bola sebagai bagian penting dari identitas nasional. Kehadiran dua kapten sekaligus ikon sepak bola dunia, Harry Kane dan Lionel Messi, semakin menambah nilai historis duel yang digelar di Atlanta tersebut.

Namun, pelatih Argentina Lionel Scaloni berusaha meredam narasi di luar sepak bola. Menjelang pertandingan, ia menegaskan kepada para pemainnya bahwa laga melawan Inggris harus dipandang sebagai pertandingan sepak bola semata.

"Pesannya adalah ini pertandingan sepak bola. Kami akan menghadapi lawan yang sangat kuat dengan pelatih yang luar biasa. Ini hanyalah pertandingan sepak bola," kata Scaloni.

Meski demikian, bagi banyak pihak, pertandingan Inggris melawan Argentina tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang hubungan kedua negara yang kerap diwarnai ketegangan.

Salah satu awal rivalitas terjadi pada Piala Dunia 1966 ketika kapten Argentina Antonio Rattín mendapat kartu merah saat menghadapi Inggris. Insiden kontroversial tersebut kemudian menjadi salah satu pemicu lahirnya sistem kartu kuning dan kartu merah dalam sepak bola.

Seusai laga, manajer Inggris saat itu bahkan melontarkan komentar yang menyebut para pemain Argentina sebagai "binatang". Dalam laga perempat final melawan Swiss beberapa hari lalu, para pemain Argentina juga mengenakan ban hitam sebagai penghormatan atas wafatnya Rattín.

Dua dekade kemudian, rivalitas itu semakin dikenang melalui gol kontroversial Diego Maradona bertajuk "Hand of God" atau “Tangan Tuhan” pada perempat final Piala Dunia 1986. Gol yang dicetak menggunakan tangan tersebut membantu Argentina menyingkirkan Inggris sebelum akhirnya menjadi juara dunia.

Persaingan kedua negara juga memiliki akar politik. Pada 1982, Argentina menginvasi Kepulauan Falkland, yang di Argentina dikenal sebagai Kepulauan Malvinas, wilayah yang telah berada di bawah kendali Inggris sejak abad ke-19. Konflik bersenjata selama sekitar 10 pekan itu menewaskan ratusan orang sebelum Argentina menyerah.

Hingga kini Inggris masih mempertahankan administrasinya atas kepulauan yang dihuni sekitar 3.000 penduduk tersebut. Di ibu kota Stanley berdiri sejumlah monumen, termasuk patung mantan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dan tugu penghormatan bagi pasukan Inggris yang memenangkan perang pada 1982.

 

Pada sisi lain, Argentina tetap mengeklaim Kepulauan Malvinas sebagai bagian dari wilayahnya. Bahkan pekan lalu, Menteri Luar Negeri Argentina kembali menegaskan melalui tulisan di surat kabar La Nacion bahwa, berdasarkan sejarah, hukum, dan keyakinan nasional, Kepulauan Falkland merupakan milik Argentina.

Menurutnya, berlalunya waktu tidak akan mengubah pendudukan yang dianggap tidak sah menjadi kedaulatan yang diakui, maupun memisahkan wilayah tersebut dari keutuhan teritorial Argentina.

                                                                 

×
Berita Terbaru Update