-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Gubernur Jakarta Pramono Anung membantah anggapan lahan seluas 100 hektare di Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten

Sabtu, 01 Agustus 2026 | Agustus 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-31T17:22:48Z

 


Gubernur Jakarta Pramono Anung membantah anggapan lahan seluas 100 hektare di Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, akan dijadikan lokasi pembuangan sampah pengganti tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantargebang.

 

Menurut Pramono, kawasan tersebut disiapkan sebagai pusat pengembangan ketahanan pangan dan pengolahan sampah organik yang terintegrasi, bukan tempat pembuangan akhir sampah dari Jakarta.

 

"Tempat ini bukan seperti yang dipikirkan orang, akan menjadi tempat alternatif TPST Bantargebang. Sama sekali tidak," kata Pramono saat meninjau lokasi di Ciangir, Banten, Jumat (31/7/2026).

 

Pramono menjelaskan, dari total lahan seluas 100 hektare, sekitar 40 hektare akan dimanfaatkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Jakarta sebagai lokasi pengolahan sampah organik, termasuk untuk budi daya maggot dan kegiatan pendukung lainnya.

 

Ia menegaskan, yang dibawa ke lokasi tersebut bukan sampah mentah dari Jakarta, melainkan pupuk hasil pengolahan sampah dari fasilitas tempat pengolahan sampah dengan konsep reduce, reuse, dan recycle (TPS 3R).

 

"Yang akan dibawa ke sini nantinya adalah pupuk hasil pengolahan TPS 3R di Jakarta, salah satunya dari Menteng Atas. Penanganan persoalan sampah tetap dilakukan secara menyeluruh," ujarnya.

 

Selain itu, sekitar 20 hektare lahan akan dikelola Perumda Dharma Jaya untuk mengembangkan kawasan pertanian dan peternakan terpadu. Kawasan tersebut akan dimanfaatkan untuk budi daya ayam, bebek, dan lele sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Jakarta.

 

Sementara itu, sisa lahan menjadi bagian dari kontribusi aset Pemerintah Provinsi Jakarta kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk pembangunan lembaga pemasyarakatan (lapas).

 

Pramono mengatakan pengembangan kawasan Ciangir juga akan melibatkan masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal, kemitraan penyediaan hijauan pakan ternak, hingga pemberdayaan pelaku usaha setempat.

 

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu mendorong ekonomi sirkular, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan peternakan berbasis teknologi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan Jakarta secara berkelanjutan.

 

"Saya sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), dan Direktur Utama Dharma Jaya agar semaksimal mungkin memberdayakan warga lokal," kata Pramono.

 

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik kerja sama antardaerah tersebut. Menurutnya, kolaborasi Jakarta dan Banten akan memberikan manfaat bagi kedua wilayah.

 

"Jakarta membutuhkan Banten, begitu pula Banten membutuhkan Jakarta. Banyak warga Banten yang bekerja di Jakarta, sementara banyak warga Jakarta yang tinggal di Banten,” katanya.

 

Untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, Pramono menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas KPKP, serta Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) agar pekerjaan yang menjadi kewenangan Pemprov Jakarta dapat dimulai paling lambat awal September 2026.

×
Berita Terbaru Update