Kasus penggunaan kacamata pintar (smart glasses) untuk
merekam salah satu usher di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show
(GIIAS) 2026 yang viral di media sosial memicu kekhawatiran baru terkait
privasi.
Pasalnya, perangkat ini memiliki kamera yang sulit dibedakan
dari kacamata biasa. Di tengah meningkatnya kecemasan tersebut, kini hadir dua
aplikasi pendeteksi kacamata pintar yang dapat membantu pengguna mengetahui
apakah ada smart glasses aktif di sekitar mereka.
Menariknya, solusi ini kini tersedia untuk dua ekosistem
smartphone terbesar, yakni iPhone (iOS) dan Android. Aplikasi tersebut adalah
AntiZuck Smart Glasses Scanner untuk iPhone dan Nearby Glasses Detector untuk
Android.
Keduanya bekerja dengan prinsip yang hampir sama, yaitu
mendeteksi sinyal Bluetooth yang dipancarkan oleh perangkat wearable di sekitar
pengguna.
AntiZuck Smart Glasses Scanner
Dikutip dari 9to5Mac, aplikasi AntiZuck Smart Glasses
Scanner menjadi perhatian setelah masuk dalam jajaran aplikasi berbayar
terpopuler di App Store.
Aplikasi ini dikembangkan oleh Albert Pariente Cohen,
seorang pengembang independen yang ingin memberikan alat bagi masyarakat untuk
lebih sadar terhadap keberadaan perangkat perekam berbentuk kacamata.
Nama "AntiZuck" merupakan sindiran terhadap
pesatnya perkembangan smart glasses yang dipopulerkan Meta melalui Ray-Ban
Meta.
Menurut deskripsi resmi di App Store, aplikasi ini mampu
melakukan pemindaian secara lokal tanpa mengirim data ke server. Seluruh proses
berlangsung langsung di perangkat pengguna sehingga tidak memerlukan akun
maupun layanan berlangganan.
Aplikasi ini menawarkan sejumlah fitur utama, antara lain:
Mendeteksi sinyal Bluetooth dari smart glasses di sekitar
pengguna.
Memberikan notifikasi ketika perangkat yang diduga merupakan
smart glasses berada dalam jangkauan.
Menampilkan tingkat keyakinan (confidence level) hasil
deteksi.
Memperkirakan jarak perangkat dari pengguna.
Menampilkan riwayat perangkat yang terdeteksi berulang.
Berjalan sepenuhnya secara lokal (on-device) tanpa
mengumpulkan data pribadi.
Tetap dapat memberikan peringatan meskipun aplikasi tidak
sedang dibuka.
Saat ini AntiZuck mendukung deteksi terhadap beberapa
perangkat populer, seperti Meta Ray-Ban Smart Glasses, Meta Glasses, Snap
Spectacles, Amazon Echo Frames, dan RayNeo Smart Glasses.
Pengembang juga menyatakan dukungan terhadap perangkat lain
akan terus ditambahkan melalui pembaruan aplikasi.
Nearby Glasses Detector
Dilansir dari TechCrunch, sebelum AntiZuck hadir di iPhone,
pengguna Android sudah lebih dahulu memiliki aplikasi serupa bernama Nearby
Glasses atau Nearby Glasses Detector.
Aplikasi open-source ini dikembangkan oleh Yves Jeanrenaud,
seorang sosiolog asal Swiss sekaligus pengembang independen.
Ia mengaku membuat aplikasi tersebut setelah membaca
berbagai laporan mengenai penyalahgunaan smart glasses untuk merekam orang lain
tanpa izin.
Menurutnya, aplikasi tersebut merupakan bentuk perlindungan
sederhana terhadap meningkatnya praktik pengawasan melalui perangkat wearable.
Jeanrenaud juga menegaskan aplikasi ini bukan untuk
mendorong pengguna mengonfrontasi pemakai smart glasses, melainkan hanya
meningkatkan kesadaran mengenai perangkat yang berada di sekitar mereka.
Nearby Glasses menawarkan berbagai fitur yang cukup lengkap,
di antaranya:
Pemindaian Bluetooth low energy (BLE) secara real time.
Notifikasi otomatis ketika smart glasses terdeteksi.
Dukungan terhadap berbagai produsen smart glasses.
Kemampuan menambahkan identifier Bluetooth baru agar bisa
mendeteksi perangkat tambahan.
Bersifat open-source sehingga kode program dapat diperiksa
oleh publik.
Mengutamakan privasi karena tidak mengumpulkan data
pengguna.
Seiring perkembangannya, pengembang juga terus menambahkan
dukungan terhadap berbagai merek smart glasses baru yang bermunculan di pasar.
Cara Kerja Kedua Aplikasi
Baik AntiZuck maupun Nearby Glasses tidak memindai kamera
atau mengakses isi perangkat orang lain. Keduanya memanfaatkan teknologi BLE.
Sebagian besar smart glasses modern secara berkala
memancarkan paket data Bluetooth yang disebut advertising frames. Paket kecil
ini berisi informasi identitas produsen sehingga smartphone dapat menemukan
perangkat ketika akan dipasangkan (pairing).
Kedua aplikasi tersebut memindai advertising frames yang
berada di sekitar pengguna. Jika menemukan identifier yang cocok dengan basis
data smart glasses yang didukung, aplikasi akan memberikan notifikasi
kemungkinan terdapat kacamata pintar aktif di sekitar.
Secara sederhana, prosesnya berlangsung saat smartphone
memindai sinyal Bluetooth di sekitar, aplikasi membaca identifier produsen dari
perangkat yang ditemukan, lalu identifier dibandingkan dengan database smart
glasses yang telah dikenali.
Jika cocok, aplikasi menampilkan peringatan beserta
perkiraan kedekatan perangkat. Karena hanya membaca sinyal Bluetooth yang
dipancarkan perangkat, aplikasi tidak dapat mengetahui apakah kamera smart
glasses sedang benar-benar merekam atau tidak.
Keakuratan Deteksi Kedua Aplikasi
Meski cukup membantu meningkatkan kesadaran pengguna,
pengembang kedua aplikasi mengakui teknologi ini masih memiliki keterbatasan.
Salah satunya adalah kemungkinan false positive, yaitu
perangkat lain dari produsen yang sama ikut terdeteksi sebagai smart glasses.
Misalnya, headset VR, smartwatch, atau perangkat Bluetooth lain yang
menggunakan identifier serupa.
Selain itu, aplikasi juga bergantung pada sinyal Bluetooth
yang dipancarkan perangkat. Jika pengguna smart glasses mematikan Bluetooth
atau produsen mengubah metode identifikasi perangkat melalui pembaruan
perangkat lunak di masa mendatang, kemampuan deteksi dapat berkurang.
Meski demikian, kehadiran AntiZuck dan Nearby Glasses
menunjukkan mulai munculnya solusi teknologi untuk membantu masyarakat menjaga
privasi di tengah semakin populernya perangkat wearable berkamera.