-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kasus penggunaan kacamata pintar (smart glasses) untuk merekam salah satu usher di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 | Agustus 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-05T21:04:21Z

 


Kasus penggunaan kacamata pintar (smart glasses) untuk merekam salah satu usher di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang viral di media sosial memicu kekhawatiran baru terkait privasi.

 

Pasalnya, perangkat ini memiliki kamera yang sulit dibedakan dari kacamata biasa. Di tengah meningkatnya kecemasan tersebut, kini hadir dua aplikasi pendeteksi kacamata pintar yang dapat membantu pengguna mengetahui apakah ada smart glasses aktif di sekitar mereka.

 

Menariknya, solusi ini kini tersedia untuk dua ekosistem smartphone terbesar, yakni iPhone (iOS) dan Android. Aplikasi tersebut adalah AntiZuck Smart Glasses Scanner untuk iPhone dan Nearby Glasses Detector untuk Android.

 

Keduanya bekerja dengan prinsip yang hampir sama, yaitu mendeteksi sinyal Bluetooth yang dipancarkan oleh perangkat wearable di sekitar pengguna.

 

AntiZuck Smart Glasses Scanner

Dikutip dari 9to5Mac, aplikasi AntiZuck Smart Glasses Scanner menjadi perhatian setelah masuk dalam jajaran aplikasi berbayar terpopuler di App Store.

 

Aplikasi ini dikembangkan oleh Albert Pariente Cohen, seorang pengembang independen yang ingin memberikan alat bagi masyarakat untuk lebih sadar terhadap keberadaan perangkat perekam berbentuk kacamata.

 

Nama "AntiZuck" merupakan sindiran terhadap pesatnya perkembangan smart glasses yang dipopulerkan Meta melalui Ray-Ban Meta.

 

Menurut deskripsi resmi di App Store, aplikasi ini mampu melakukan pemindaian secara lokal tanpa mengirim data ke server. Seluruh proses berlangsung langsung di perangkat pengguna sehingga tidak memerlukan akun maupun layanan berlangganan.

 

Aplikasi ini menawarkan sejumlah fitur utama, antara lain:

 

Mendeteksi sinyal Bluetooth dari smart glasses di sekitar pengguna.

Memberikan notifikasi ketika perangkat yang diduga merupakan smart glasses berada dalam jangkauan.

Menampilkan tingkat keyakinan (confidence level) hasil deteksi.

Memperkirakan jarak perangkat dari pengguna.

Menampilkan riwayat perangkat yang terdeteksi berulang.

Berjalan sepenuhnya secara lokal (on-device) tanpa mengumpulkan data pribadi.

Tetap dapat memberikan peringatan meskipun aplikasi tidak sedang dibuka.

Saat ini AntiZuck mendukung deteksi terhadap beberapa perangkat populer, seperti Meta Ray-Ban Smart Glasses, Meta Glasses, Snap Spectacles, Amazon Echo Frames, dan RayNeo Smart Glasses.

 

Pengembang juga menyatakan dukungan terhadap perangkat lain akan terus ditambahkan melalui pembaruan aplikasi.

 

Nearby Glasses Detector

Dilansir dari TechCrunch, sebelum AntiZuck hadir di iPhone, pengguna Android sudah lebih dahulu memiliki aplikasi serupa bernama Nearby Glasses atau Nearby Glasses Detector.

 

Aplikasi open-source ini dikembangkan oleh Yves Jeanrenaud, seorang sosiolog asal Swiss sekaligus pengembang independen.

 

Ia mengaku membuat aplikasi tersebut setelah membaca berbagai laporan mengenai penyalahgunaan smart glasses untuk merekam orang lain tanpa izin.

 

Menurutnya, aplikasi tersebut merupakan bentuk perlindungan sederhana terhadap meningkatnya praktik pengawasan melalui perangkat wearable.

 

Jeanrenaud juga menegaskan aplikasi ini bukan untuk mendorong pengguna mengonfrontasi pemakai smart glasses, melainkan hanya meningkatkan kesadaran mengenai perangkat yang berada di sekitar mereka.

 

Nearby Glasses menawarkan berbagai fitur yang cukup lengkap, di antaranya:

 

Pemindaian Bluetooth low energy (BLE) secara real time.

Notifikasi otomatis ketika smart glasses terdeteksi.

Dukungan terhadap berbagai produsen smart glasses.

Kemampuan menambahkan identifier Bluetooth baru agar bisa mendeteksi perangkat tambahan.

Bersifat open-source sehingga kode program dapat diperiksa oleh publik.

Mengutamakan privasi karena tidak mengumpulkan data pengguna.

Seiring perkembangannya, pengembang juga terus menambahkan dukungan terhadap berbagai merek smart glasses baru yang bermunculan di pasar.

 

Cara Kerja Kedua Aplikasi

Baik AntiZuck maupun Nearby Glasses tidak memindai kamera atau mengakses isi perangkat orang lain. Keduanya memanfaatkan teknologi BLE.

 

Sebagian besar smart glasses modern secara berkala memancarkan paket data Bluetooth yang disebut advertising frames. Paket kecil ini berisi informasi identitas produsen sehingga smartphone dapat menemukan perangkat ketika akan dipasangkan (pairing).

 

Kedua aplikasi tersebut memindai advertising frames yang berada di sekitar pengguna. Jika menemukan identifier yang cocok dengan basis data smart glasses yang didukung, aplikasi akan memberikan notifikasi kemungkinan terdapat kacamata pintar aktif di sekitar.

 

Secara sederhana, prosesnya berlangsung saat smartphone memindai sinyal Bluetooth di sekitar, aplikasi membaca identifier produsen dari perangkat yang ditemukan, lalu identifier dibandingkan dengan database smart glasses yang telah dikenali.

 

Jika cocok, aplikasi menampilkan peringatan beserta perkiraan kedekatan perangkat. Karena hanya membaca sinyal Bluetooth yang dipancarkan perangkat, aplikasi tidak dapat mengetahui apakah kamera smart glasses sedang benar-benar merekam atau tidak.

 

Keakuratan Deteksi Kedua Aplikasi

Meski cukup membantu meningkatkan kesadaran pengguna, pengembang kedua aplikasi mengakui teknologi ini masih memiliki keterbatasan.

 

Salah satunya adalah kemungkinan false positive, yaitu perangkat lain dari produsen yang sama ikut terdeteksi sebagai smart glasses. Misalnya, headset VR, smartwatch, atau perangkat Bluetooth lain yang menggunakan identifier serupa.

 

Selain itu, aplikasi juga bergantung pada sinyal Bluetooth yang dipancarkan perangkat. Jika pengguna smart glasses mematikan Bluetooth atau produsen mengubah metode identifikasi perangkat melalui pembaruan perangkat lunak di masa mendatang, kemampuan deteksi dapat berkurang.

 

Meski demikian, kehadiran AntiZuck dan Nearby Glasses menunjukkan mulai munculnya solusi teknologi untuk membantu masyarakat menjaga privasi di tengah semakin populernya perangkat wearable berkamera.

×
Berita Terbaru Update