-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lebih dari 2,4 juta warga Singapura yang memenuhi syarat akan menerima bantuan tunai khusus sebesar S$ 400 hingga S$ 600 (sekitar Rp 5 juta-Rp 7,5 juta) mulai 9 September 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-13T19:07:33Z

 Lebih dari 2,4 juta warga Singapura yang memenuhi syarat akan menerima bantuan tunai khusus sebesar S$ 400 hingga S$ 600 (sekitar Rp 5 juta-Rp 7,5 juta) mulai 9 September 2026 untuk membantu menghadapi kenaikan biaya hidup.



Kementerian Keuangan Singapura menyatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari paket dukungan senilai hampir S$ 1 miliar yang disiapkan untuk membantu masyarakat yang paling terdampak kenaikan harga sekaligus memberikan dukungan lebih luas bagi rumah tangga dan dunia usaha.


Bantuan tersebut diumumkan di parlemen pada April 2026. Warga yang ingin mendapatkannya tidak perlu mengajukan permohonan.


Untuk memenuhi syarat, penerima harus merupakan warga negara Singapura yang tinggal di negara tersebut dan berusia minimal 21 tahun pada 2026. Mereka juga harus memiliki pendapatan yang dikenakan pajak pada tahun penilaian 2025 tidak lebih dari S$ 100.000 serta tidak memiliki lebih dari satu properti.


Besaran bantuan disesuaikan dengan nilai tahunan tempat tinggal yang tercatat pada kartu identitas nasional (NRIC) per 31 Desember 2025. Skema tersebut dirancang untuk memberikan bantuan lebih besar kepada masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih rendah.


Sebagai contoh, warga Singapura dewasa dengan nilai tahunan rumah lebih dari S$ 31.000 dan pendapatan yang dikenakan pajak hingga S$ 100.000 akan menerima S$ 400 (sekitar Rp 5 juta).


Sementara itu, warga dengan nilai tahunan rumah hingga S$ 15.000 dan pendapatan yang dikenakan pajak maksimal S$ 22.000 akan menerima S$ 600 (sekitar Rp 7,5 juta).


Warga dapat memeriksa status penerima melalui situs GovBenefits menggunakan Singpass. Pemerintah juga menganjurkan warga menghubungkan NRIC dengan PayNow paling lambat 30 Agustus agar bantuan dapat diterima lebih cepat.


Penerima yang menggunakan PayNow akan mendapatkan bantuan mulai 9 September. Sementara itu, pencairan melalui GIRO dilakukan mulai 17 September dan melalui GovCash mulai 24 September.


Pemerintah akan mengirimkan notifikasi melalui SMS sebelum dan setelah bantuan masuk. Warga yang tidak memiliki nomor telepon seluler yang terdaftar di Singpass akan menerima pemberitahuan melalui surat ke alamat yang tercantum dalam NRIC.


Kementerian Keuangan mengingatkan warga agar waspada terhadap penipuan. SMS resmi dari "gov.sg" hanya berisi pemberitahuan mengenai bantuan dan tidak meminta penerima membalas pesan, mengeklik tautan, atau memberikan informasi pribadi.


Pejabat pemerintah juga tidak akan meminta masyarakat mentransfer uang atau memberikan informasi untuk mengakses rekening bank melalui telepon.

Paket bantuan hampir S$ 1 miliar tersebut merupakan tambahan atas anggaran S$ 155 miliar yang telah dialokasikan melalui Budget 2026, yang menjadi anggaran terbesar Singapura sepanjang sejarah.

Pemerintah sebelumnya juga memberikan bantuan S$ 200 kepada pekerja platform, pengemudi kendaraan sewa pribadi, dan pengemudi taksi mulai akhir April 2026. Bantuan tersebut diberikan untuk mengurangi dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap pendapatan mereka setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Pada Juni 2026, pemerintah mempercepat pencairan voucer CDC senilai S$ 500 untuk sekitar 1,38 juta rumah tangga. Pencairan tersebut dimajukan enam bulan guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dukungan kembali diperluas pada 29 Juli 2026. Wakil Menteri Keuangan II Singapura Jeffrey Siow mengumumkan tambahan paket bantuan pemerintah senilai S$ 900 juta untuk rumah tangga dan dunia usaha guna menghadapi dampak kenaikan harga energi akibat ketidakpastian di Timur Tengah.

Paket tersebut mencakup tambahan voucer CDC senilai S$ 300 untuk setiap rumah tangga serta potongan tagihan utilitas tambahan pada Oktober 2026 dan Januari 2027.

×
Berita Terbaru Update