-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa atau European Union Aviation Safety Agency (Easa)

Selasa, 01 September 2026 | September 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-31T18:42:00Z

 


Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa atau European Union Aviation Safety Agency (Easa) pada Senin (31/8/2026) mempersempit cakupan peringatan wilayah udara di kawasan Teluk setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Peringatan ini berlaku hingga 30 September 2026.

 

Sebelumnya, pada hari yang sama, Easa mengeluarkan peringatan untuk maskapai penerbangan agar menghindari seluruh wilayah udara di atas perairan Teluk Arab yang berada dalam wilayah Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Dalam pembaruan terbaru, peringatan hanya berlaku untuk wilayah udara di atas perairan Teluk Arab.

 

Badan tersebut juga meminta maskapai penerbangan tidak beroperasi di atas perairan Teluk Oman yang berada dalam wilayah informasi penerbangan Muscat, Oman.

 

Sementara itu, Easa mencabut rekomendasi sebelumnya agar maskapai menghindari wilayah udara Yordania. Meski demikian, operator penerbangan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di wilayah tersebut hingga 30 September, mengutip Arab News, Senin (31/8/2026).

 

 

Easa juga memperpanjang rekomendasi agar maskapai penerbangan tidak beroperasi di wilayah udara Iran, Irak, dan Lebanon hingga akhir September.

 

Pembaruan peringatan penerbangan EASA tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang dipicu serangan Washington terhadap dua peluncur Iran di Pulau Larak, yang berada di kawasan Selat Hormuz.

 

Serangan yang diluncurkan AS kemudian langsung dibalas oleh Iran. Menurut laporan Reuters, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim telah meluncurkan serangan rudal balistik ke dua pangkalan militer AS yakni Pangkalan King Hussein dan Pangkalan Al Azraq di Yordania.

×
Berita Terbaru Update