Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (11/9/2026). Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), total area hutan dan lahan yang terdampak mencapai sekitar 7,42 hektare.
Karhutla di Tolitoli terjadi di sepanjang Jalan Desa Tinading, Kecamatan Lampasio, sekitar pukul 12.00 Wita. Api membakar area hutan dan lahan seluas kurang lebih 2,42 hektare.
BPBD Kabupaten Tolitoli menerima laporan kejadian sekitar pukul 15.30 Wita. Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait dan aparat setempat untuk melakukan asesmen serta penanganan di lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, menyebut petugas melakukan upaya pemadaman setelah menerima informasi mengenai kebakaran tersebut.
Berdasarkan laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah serta BPBD Kabupaten Tolitoli, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kebakaran di wilayah tersebut.
Karhutla juga terjadi di Desa Malino, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, pada hari yang sama sekitar pukul 13.16 Wita. Api membakar semak belukar, daun kering, dan sejumlah pohon di sekitar lokasi. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai 5 hektare.
Penyebab kebakaran di Desa Malino hingga kini belum diketahui. BPBD belum menyimpulkan sumber api karena masih melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi.
Setelah menerima laporan pada pukul 19.29 Wita, TRC-Damkar BPBD Kabupaten Donggala bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan. Petugas juga memantau titik-titik api yang masih terkonfirmasi.
BPBD Kabupaten Donggala melaporkan api telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas masih melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian tersebut. Kondisi di lokasi juga dilaporkan kondusif.
BPBD Butuh Tambahan Peralatan
Untuk mendukung penanganan karhutla, BPBD mencatat sejumlah kebutuhan mendesak, terutama di wilayah Tolitoli. Kebutuhan tersebut meliputi tambahan unit mobil pemadam dan suplai air, tangki sprayer portabel, motor trail untuk penanganan karhutla, serta alat pelindung diri (APD).
Asbudianto mengatakan penanganan karhutla dilakukan melalui asesmen dan upaya pemadaman oleh tim di lapangan. Data kejadian tersebut dihimpun dari laporan TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, BPBD Kabupaten Tolitoli, dan BPBD Kabupaten Donggala.
Hingga laporan ini dibuat, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan kondusif dan petugas masih melakukan pemantauan terhadap titik api.