Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi)
Sancoyo Antarikso menekankan bahwa kepercayaan atau trust dari konsumen dan
mitra pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing
industri kosmetik Indonesia.
“Dengan modal trust tersebut kita bisa mempunyai daya saing
yang kuat, sehingga kita bisa meneruskan pertumbuhan dari kosmetik Indonesia
ini ke level yang berikutnya,” ujar Sancoyo dikutip dari Antara, Selasa
(1/9/2026).
Menurut dia, pertumbuhan industri kosmetik juga perlu dilakukan
dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan inklusivitas, terutama bagi
para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Karena kita lihat
bahwa salah satu aktor dari pelaku bisnis kosmetik Indonesia ini adalah UMKM,
jadi kita harus dorong terus,” kata dia.
Sancoyo menilai industri kosmetik Indonesia memiliki potensi
yang sangat besar. Untuk mewujudkan potensi tersebut, lanjut dia, dibutuhkan
kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar industri kosmetik nasional
tidak hanya tumbuh besar di dalam negeri, tetapi juga mampu menginfiltrasi
bisnis kosmetik di negara-negara lain.
“Jadi intinya adalah potensinya besar, butuh kolaborasi, dan
besar tidak hanya di Indonesia tapi juga di mancanegara,” tutur dia.
Lebih lanjut, Sancoyo menyampaikan bahwa Perkosmi yang akan
menginjak usia 50 tahun dapat menjadikan industri kosmetik semakin terpercaya
dan kompetitif.
Oleh karena itu, Perkosmi terus berkolaborasi dengan seluruh
pemangku kepentingan untuk memastikan kepercayaan konsumen yang selama ini
sudah baik dapat terus dijaga. Hal tersebut dilakukan dengan memperkuat fondasi
kepatuhan terhadap regulasi, inovasi, dan daya saing.
“Karena kami percaya
bahwa potensinya itu ada. Kami percaya bahwa dengan semakin sejahteranya suatu
bangsa, maka kebutuhan akan beauty and personal grooming ini akan juga terus
tumbuh,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
Taruna Ikrar mengatakan bahwa industri kosmetik di Indonesia tumbuh signifikan
hingga mencapai angka 6,3% per tahun.
Sementara itu, berdasarkan proyeksi berbagai lembaga riset,
termasuk Statista, nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2026 diperkirakan
mencapai lebih dari US$ 10 miliar dengan rata-rata pertumbuhan lebih dari 5,5%
dalam lima tahun ke depan.