-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso menekankan bahwa kepercayaan atau trust dari konsumen dan mitra pemangku kepentingan menjadi modal

Rabu, 02 September 2026 | September 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-01T18:07:18Z

 


Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso menekankan bahwa kepercayaan atau trust dari konsumen dan mitra pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing industri kosmetik Indonesia.

 

“Dengan modal trust tersebut kita bisa mempunyai daya saing yang kuat, sehingga kita bisa meneruskan pertumbuhan dari kosmetik Indonesia ini ke level yang berikutnya,” ujar Sancoyo dikutip dari Antara, Selasa (1/9/2026).

 

Menurut dia, pertumbuhan industri kosmetik juga perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan inklusivitas, terutama bagi para usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

 

 “Karena kita lihat bahwa salah satu aktor dari pelaku bisnis kosmetik Indonesia ini adalah UMKM, jadi kita harus dorong terus,” kata dia.

 

Sancoyo menilai industri kosmetik Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Untuk mewujudkan potensi tersebut, lanjut dia, dibutuhkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar industri kosmetik nasional tidak hanya tumbuh besar di dalam negeri, tetapi juga mampu menginfiltrasi bisnis kosmetik di negara-negara lain.

 

“Jadi intinya adalah potensinya besar, butuh kolaborasi, dan besar tidak hanya di Indonesia tapi juga di mancanegara,” tutur dia.

 

Lebih lanjut, Sancoyo menyampaikan bahwa Perkosmi yang akan menginjak usia 50 tahun dapat menjadikan industri kosmetik semakin terpercaya dan kompetitif.

 

Oleh karena itu, Perkosmi terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kepercayaan konsumen yang selama ini sudah baik dapat terus dijaga. Hal tersebut dilakukan dengan memperkuat fondasi kepatuhan terhadap regulasi, inovasi, dan daya saing.

 

 “Karena kami percaya bahwa potensinya itu ada. Kami percaya bahwa dengan semakin sejahteranya suatu bangsa, maka kebutuhan akan beauty and personal grooming ini akan juga terus tumbuh,” kata dia.

 

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan bahwa industri kosmetik di Indonesia tumbuh signifikan hingga mencapai angka 6,3% per tahun.

 

Sementara itu, berdasarkan proyeksi berbagai lembaga riset, termasuk Statista, nilai pasar kosmetik Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari US$ 10 miliar dengan rata-rata pertumbuhan lebih dari 5,5% dalam lima tahun ke depan.

×
Berita Terbaru Update