Pencurian beruntun dengan objek helm dan sepeda motor
terjadi dalam waktu berdekatan di sebuah restoran cepat saji di kawasan
Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat (Jakbar).
Pemilik restoran bernama Rivaldi mengatakan pencurian motor
milik pelanggan itu awalnya terjadi pada Minggu (13/9) subuh. Kemudian, pada
sore harinya, sebuah helm milik pelanggan lain juga kembali digasak.
"Jadi, satu hari itu dua kejadian, kemalingan motor
sama kemalingan helm," kata Rivaldi kepada wartawan di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di restoran, kata
dia, pelaku pencurian helm sempat memantau kondisi sekitar sebelum melancarkan
tindak kriminalnya.
Setelah pelanggan yang bersangkutan naik ke lantai atas dan
situasi sekitar dinilai aman, pelaku langsung menggasak helm tersebut.
"Pelakunya tuh di sini, diam, sudah mantau kelamaan.
Lama-lama, helmnya disimpan ke situ, dipindah-pindahin. Nunggu customer ke
atas, baru malingnya mengambil," ujar Rivaldi.
Sementara itu, pencurian sepeda motor terjadi lebih dulu
pada saat subuh.
Rivaldi mengatakan pihak restoran telah menyerahkan rekaman
CCTV kepada pelanggan untuk dijadikan barang bukti dalam laporan ke Polsek.
"Customer-nya minta CCTV di sini buat laporan ke
Polsek. Saya cuma bantu buat bukti-buktinya saja," tutur Rivaldi.
Kendati demikian, pelaku pencurian sepeda motor itu terlihat
mengenakan masker saat beraksi, sehingga wajahnya tidak nampak jelas.
Lebih lanjut, Rivaldi mengungkapkan tindak pencurian di
sekitar lokasi tersebut setidaknya sudah empat kali terjadi. Bahkan, sepeda
motor milik pegawai restoran pun tak luput dari incaran pelaku kejahatan itu.
"Ini sudah sering, sih, sudah empat kali. Waktu itu,
kejadian motor juga pernah hilang di situ. Itu motor pegawai sini," ungkap
Rivaldi.
Meskipun restoran itu telah dilengkapi kamera pengawas di
berbagai sudut, dia berharap pengamanan di kawasan tersebut lebih ditingkatkan
sehingga tindak pencurian tidak terus terjadi.
"Harapannya, mungkin lebih ditingkatkan saja
keamanannya, kayak patroli, sistem ronda diadakan," imbuh Rivaldi.