-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat negara lain murka dengan aksinya. Kali ini Trump membuat pemerintah Islandia geram setelah mengunggah peta di media sosial

Jumat, 11 September 2026 | September 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T20:28:59Z

 Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat negara lain murka dengan aksinya. Kali ini Trump membuat pemerintah Islandia geram setelah mengunggah peta di media sosial yang menggambarkan Islandia sebagai bagian dari wilayah AS.



Mengutip AP, Rabu (9/9/2026), melalui unggahan di platform Truth Social, Trump membagikan peta yang memperlihatkan AS, Kanada, Greenland, Islandia, Meksiko, Amerika Tengah, dan Karibia berada di bawah bendera Amerika. Peta tersebut dihiasi bintang serta garis merah, putih, dan biru yang menyerupai bendera AS.


Meski foto tersebut tidak disertai penjelasan. Namun, peta itu disebut-sebut kembali mengingatkan dunia internasional pada pernyataan Trump sebelumnya tentang keinginannya menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS serta usahanya mencaplok alias mengambil alih Greenland, wilayah otonom Denmark.


Merespons tindakan Trump, Perdana Menteri Islandia, Kristrun Frostadottir pada Selasa (8/9/2026) mengecam keras unggahan orang nomor satu di AS itu. Ia menilai penggambaran Islandia sebagai wilayah kedaulatan dari AS merupakan tindakan yang tidak dapat diterima.



“Menurut saya, maksud tersirat dari apa yang kita lihat di sini adalah absurd. Tidak ada yang lucu atau normal tentang membuat lelucon tentang kedaulatan negara, terutama saat ini, ketika kedaulatan tidak dapat dianggap remeh,” tegas Frostadottir dalam konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi Islandia, RUV. 

Frostadottir mengatakan duta besar AS untuk Islandia saat ini telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Islandia. Pemanggilan dilakukan untuk menyampaikan keberatan sekaligus memperjelas posisi Reykjavik terhadap unggahan Trump.


“Tidak ada orang lain yang dapat memutuskan atau menegosiasikan kemerdekaan atau kedaulatan kami. Kami melakukannya dengan syarat kami sendiri,” tegurnya, melansir Anadolu. 


Frostadottir menegaskan, Islandia tidak memiliki persoalan dalam hubungan diplomatik langsung dengan AS. Namun, ia memandang unggahan Trump mengenai wilayah dan kedaulatan Islandia tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai lelucon yang dianggap sepele. 


Senada dengan Frostadottir, Menteri Luar Negeri Islandia, Thorgerdur Katrin Gunnarsdottir, turut menegaskan dukungan negaranya terhadap Greenland dan rakyatnya. Ia mengatakan Islandia akan terus memberikan dukungan kepada Greenland.


Meski demikian, Gunnarsdottir menegaskan Islandia tetap ingin mempertahankan hubungan dan kerja sama dengan AS di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan pertahanan.


×
Berita Terbaru Update