-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PT MRT Jakarta (Perseroda) mendorong penataan kawasan berbasis placemaking melalui integrasi transportasi atau transit-oriented development (TOD)

Kamis, 10 September 2026 | September 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-09T17:36:32Z

 PT MRT Jakarta (Perseroda) mendorong penataan kawasan berbasis placemaking melalui integrasi transportasi atau transit-oriented development (TOD). Di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan kehidupan digital yang semakin dominan, MRT Jakarta melihat pentingnya menghadirkan kembali ruang interaksi sosial bagi warga Jakarta dan sekitarnya. 



Langkah ini dilakukan untuk menjadikan kawasan sekitar stasiun tidak hanya sebagai tempat transit, tetapi juga ruang publik yang hidup dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Melalui konsep placemaking, kawasan di sekitar stasiun MRT dikembangkan agar lebih layak huni (liveable) dan memiliki daya tarik bagi masyarakat. Pengembangan tersebut mencakup dukungan terhadap komunitas, kegiatan seni, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kreatif.


Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, Samuel Ryan Pradipta Pranowo, mengatakan pengembangan kawasan tidak hanya berorientasi pada kegiatan yang berlangsung di dalamnya, tetapi juga dampak ekonomi yang dihasilkan bagi lingkungan sekitar.


"Ekonomi placemaking itu kita enggak bisa melihat cuma kegiatannya doang," ujar Samuel di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).


Selain kegiatan komunitas dan acara publik, pengembangan kawasan TOD juga mencakup penataan ruang komersial dan pemilihan tenant. MRT Jakarta menerapkan proses kurasi untuk memastikan setiap pelaku usaha yang hadir memiliki karakter dan produk yang berbeda.


Samuel menjelaskan, diferensiasi menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih tenant. Produk, cita rasa, hingga konsep toko menjadi bagian dari proses kurasi.


"Dan di satu area enggak mungkin tiba-tiba sama semua. Jadi misalkan ada yang merek datang tiga, itu pasti tiga-tiganya akan dites. Terus nanti konsep tokonya gimana? Oh, ini konsep tokonya kreatif. Itu pasti dapat (poinnya) lebih,” jelasnya. 


MRT Jakarta juga menekankan prinsip keterbukaan dalam proses seleksi pelaku usaha. Masyarakat atau pelaku usaha yang ingin bergabung dapat mengajukan diri melalui kanal yang disediakan.


"Kami seleksinya pun terbuka. Diumumkan melalui website. Ada portalnya buat submit sendiri. Jadi semuanya transparan. Semua yang submit itu pasti akan diseleksi, dan enggak dibatasi harus sekian orang," tutur Samuel. 


Blok M Hub Jadi Contoh Placemaking

Salah satu kawasan yang menjadi contoh penerapan placemaking adalah Blok M, termasuk Blok M Hub dan M Bloc Space. Kawasan tersebut dikembangkan dengan mengangkat identitas lokal serta unsur nostalgia yang melekat pada kawasan Blok M.


Melalui penataan Blok M Hub, area di bawah terminal dimanfaatkan sebagai ruang kreatif, pusat kuliner, dan tempat berkegiatan bagi berbagai komunitas perkotaan.


Integrasi kawasan juga diperkuat dengan fasilitas pejalan kaki yang terhubung atau skybridge. Fasilitas ini menghubungkan Stasiun MRT Blok M BCA dengan kawasan bisnis di sekitarnya serta ruang terbuka hijau yang dikembangkan di kawasan tersebut.


Langkah ini membuktikan, integrasi transportasi publik dan penataan ruang yang inklusif mampu menjadi penawar keterasingan digital, sekaligus menghidupkan kembali denyut ekonomi dan sosial Kota Jakarta.


×
Berita Terbaru Update