Sebanyak 14.857 gempa susulan tercatat mengguncang wilayah
Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 pada 15
Agustus 2026.
Data tersebut disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I
Kupang, Arief Tyastama, dalam rapat evaluasi penanganan gempa Flores yang
dipimpin Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Sabtu (12/9/2026).
Hingga Sabtu pukul 06.00 Wita, gempa susulan terbesar
tercatat bermagnitudo 6,2. Dari total gempa susulan tersebut, 185 gempa
dirasakan masyarakat, sedangkan 38 gempa memiliki magnitudo di atas 5.
Meski masih terjadi, aktivitas gempa susulan menunjukkan
tren penurunan. Pada minggu pertama setelah gempa utama, BMKG mencatat 5.011
gempa susulan.
Jumlah tersebut turun menjadi 4.267 gempa pada minggu kedua,
3.160 gempa pada minggu ketiga, dan 2.421 gempa pada minggu keempat.
“Pola tersebut menunjukkan fase peluruhan yang konsisten,”
kata Arief.
Namun, aktivitas kegempaan belum sepenuhnya berakhir. BMKG
masih memantau perkembangan gempa susulan di wilayah Flores.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya
terhadap informasi terkait gempa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG juga
mengingatkan warga menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan
akibat gempa serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Gempa utama bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 berdampak
pada sejumlah wilayah di Pulau Flores. Pemerintah daerah bersama pemerintah
provinsi hingga kini masih menangani warga terdampak, termasuk mereka yang
masih berada di pengungsian.