Aktor Yusuf Mahardika kembali ke layar lebar dengan
membintangi film horor pertamanya, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, produksi
Mika Entertainment. Meski mengaku sebagai sosok penakut dan jarang menonton
film horor, Yusuf tetap menerima tantangan tersebut demi mencoba pengalaman
baru dalam berakting.
Hal itu diungkapkan Yusuf saat berbincang dengan media pada
Selasa (27/10/2026). Aktor kelahiran Jakarta, 20 Agustus 1999, itu mengaku film
ini menjadi pengalaman pertamanya terlibat dalam film horor sebagai pemeran,
setelah sebelumnya hanya sesekali tampil sebagai cameo.
"Buat aku pasti ini jadi pengalaman baru aku lagi,
karena aku jarang nongol di film horor. Kalaupun ada paling jadi cameo, dan ini
untuk pertama kalinya aku terjun ke film horor. Karena aku termasuk orang yang
penakut makanya pas ditawari main di film ini pun mikir dua kali karena jarang
nonton horor," ungkap Yusuf.
Aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Madun dalam
sinetron Tendangan Si Madun itu mengatakan, salah satu alasan dirinya menerima
tawaran tersebut adalah karena mengidolakan sutradara Hanny R Saputra. Sejak
kecil, Yusuf mengaku tumbuh dengan menonton film-film garapan Hanny sehingga
kesempatan bekerja sama dengannya menjadi pengalaman yang tidak ingin
dilewatkan.
"Ketika aku lihat namanya Mas Hanny sebagai sutradaranya,
aku akhirnya mau karena aku ngefan dia dan aku tumbuh besar nonton film-film
Mas Hanny sehingga aku pikir kapan lagi bisa kerja sama bareng Mas Hanny
sekaligus lewat film ini aku pengin ngelawan rasa takut," imbuhnya.
Selain menantang dirinya untuk mengatasi rasa takut, Yusuf
menilai proses syuting film horor memiliki tingkat kesulitan tersendiri
dibandingkan film bergenre lain. Pengalaman tersebut pun memberinya kesempatan
untuk kembali belajar dan mengembangkan kemampuan akting.
"Yang pasti main film horor susah proses syutingnya,
sehingga aku juga jadi belajar lagi berakting," tutupnya.
Kisah Rambut Sewu: Satu Langkah Getih
Film Rambut Sewu: Satu Langkah Getih mengangkat kisah
kutukan dan dendam masa lalu yang berakar pada budaya Jawa. Cerita berpusat
pada Wulan, yang pindah ke sebuah desa bersama sang ibu, Ratih, demi pekerjaan
baru di sebuah pabrik. Pihak pabrik menyediakan sebuah rumah tua untuk mereka
tinggali.
Di rumah tersebut, Wulan menemukan foto pemilik lama dan
terkejut melihat kemiripan wajahnya dengan salah satu anak perempuan dalam foto
itu. Dari warga setempat, ia mengetahui rumah tersebut dahulu milik Marni
(Taskya Namya), yang meninggal akibat bunuh diri 22 tahun lalu setelah adiknya,
Sundari, tewas secara mengenaskan. Marni diduga terlibat dalam ritual sesat.
Meski awalnya tidak memercayai cerita tersebut, Wulan mulai
mengalami teror yang semakin intens. Gangguan itu bahkan mengikutinya hingga ke
tempat kerja. Ia berulang kali melihat sosok perempuan berambut panjang yang
memanggilnya Sundari, sebelum mengalami kerasukan di depan umum.
Peristiwa kerasukan tersebut direkam oleh seorang karyawan
pabrik dan viral di media sosial. Kejadian itu kemudian menarik perhatian
Damar, seorang jurnalis muda yang datang untuk meliput, serta Suradi, pria yang
memiliki ketertarikan terhadap hal-hal mistis. Selain Yusuf Mahardika, film ini
turut dibintangi Wavi Zihan, Ruth Marini, Donny Alamsyah, dan Taskya. Film Rambut
Sewu: Satu Langkah Getih siap tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 5
November.
