-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong perluasan pasar global bagi penyedia jasa Indonesia melalui Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41

Selasa, 13 Oktober 2026 | Oktober 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-12T17:00:33Z

 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong perluasan pasar global bagi penyedia jasa Indonesia melalui Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang.

 


Pameran dagang tersebut akan menghadirkan perusahaan dari berbagai bidang jasa, mulai dari bisnis, komunikasi, transportasi, inovasi digital, keuangan hingga pariwisata. Keikutsertaan mereka diharapkan membuka peluang kerja sama dengan pembeli dari berbagai negara.

 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, TEI 2026 menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kemampuan penyedia jasa nasional kepada pasar internasional.

 

"Kami harap, TEI 2026 akan semakin menunjukkan daya saing jasa Indonesia melalui pertemuan pelaku usaha dan buyer mancanegara, serta meningkatkan peluang kerja sama yang berkelanjutan,” ujar Puntodewi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (12/10/2026).

 

Pada kategori jasa bisnis, TEI 2026 akan menghadirkan perusahaan yang bergerak di bidang pengemasan, konsultasi manajemen, penempatan personel, pengujian teknis, pendukung manufaktur, implementasi perangkat lunak, serta layanan hukum.

 

Sementara itu, penyedia jasa komunikasi akan diwakili oleh perusahaan layanan kurir. Untuk sektor transportasi, peserta mencakup pengelola logistik, pergudangan, agensi transportasi, penanganan kargo, hingga layanan pendukung angkutan barang langsung.

 

Kemendag juga akan mempertemukan pelaku usaha jasa keuangan dan perusahaan di bidang pariwisata, termasuk penyedia layanan hotel dan restoran, dengan calon mitra dari pasar internasional.

 

Selain perusahaan penyedia jasa, Indonesia National Outsourcing Services Alliance (INASA) turut berpartisipasi dalam TEI 2026 dengan menawarkan layanan pengelolaan fasilitas atau facility management.

 

Layanan tersebut meliputi pengelolaan operasional, pemeliharaan, kebersihan, keamanan, utilitas, serta efisiensi energi. Jasa ini mendukung kegiatan operasional sektor industri, perdagangan, jasa, dan fasilitas publik.

 

Kemendag menjelaskan, layanan pengelolaan fasilitas juga berpotensi mendukung penyerapan tenaga kerja nasional karena pelaksanaannya membutuhkan banyak pekerja.

 

Promosi jasa berbasis teknologi turut menjadi bagian dari TEI 2026. Sektor kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), misalnya, akan ditampilkan oleh asosiasi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel).

 

Ekspor Jasa Digital Indonesia Tembus US$ 1,45 Miliar

 

Potensi ekspor jasa Indonesia juga terlihat dari kinerja layanan komputer dan bidang terkait. Berdasarkan data Euromonitor International, nilai ekspor computer and related services Indonesia mencapai US$ 1,45 miliar pada 2025.

 

Ekspor sektor tersebut mencatat tren pertumbuhan sebesar 3,49% selama periode 2019-2025. Data ini menunjukkan peluang pengembangan jasa digital Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.

 

Puntodewi menilai capaian tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas penetrasi jasa nasional ke berbagai negara mitra melalui ajang perdagangan internasional.

 

"Capaian ekspor jasa telah menunjukkan menunjukkan potensi jasa Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar global. TEI 2026 dapat menjadi kesempatan untuk makin mendorong ekspor jasa Indonesia ke berbagai negara mitra," ujarnya.

×
Berita Terbaru Update