-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Musim hujan dapat membuat perjalanan sehari-hari lebih berisiko, terutama ketika hujan deras

Selasa, 27 Oktober 2026 | Oktober 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-26T17:28:33Z

 Musim hujan dapat membuat perjalanan sehari-hari lebih berisiko, terutama ketika hujan deras memicu genangan, banjir, hingga penutupan jalan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi pantau banjir dan hujan guna memeriksa prakiraan cuaca, memantau tinggi muka air sungai, serta mencari informasi mengenai wilayah yang terdampak bencana.



Sejumlah layanan digital menyediakan informasi tersebut dengan fungsi yang berbeda. Ada aplikasi pemerintah yang menampilkan status pintu air dan prakiraan cuaca, layanan pemetaan risiko bencana, hingga platform yang mengumpulkan laporan genangan dari masyarakat.


Informasi dari aplikasi dapat membantu pengguna merencanakan perjalanan dan meningkatkan kesiapsiagaan sebelum hujan turun. Namun, kondisi di lapangan dapat berubah dengan cepat.


Oleh karena itu, informasi digital tetap perlu dilengkapi dengan peringatan resmi dan pengamatan langsung terhadap situasi sekitar.



Berikut ini tujuh aplikasi dan layanan digital untuk memantau banjir dan hujan yang masih tersedia berdasarkan pengecekan informasi resmi dan toko aplikasi.


1. Sistem Peringatan Dini Banjir

Aplikasi Sistem Peringatan Dini Banjir dikembangkan oleh Pusat Data dan Informasi Dinas Sumber Daya Air (DSDA) DKI Jakarta. Aplikasi ini membantu masyarakat memantau kondisi tinggi muka air di sejumlah sungai dan titik pemantauan di Jakarta.


Informasi yang tersedia mencakup status tinggi air, grafik perubahan tinggi muka air selama 24 jam terakhir, prakiraan cuaca wilayah Jabodetabek dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta notifikasi status siaga pintu air.


Titik pemantauannya mencakup sejumlah lokasi di aliran Sungai Ciliwung, Pesanggrahan, Sunter, dan Krukut, serta beberapa titik lainnya.


Data tersebut dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan kondisi air dan meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras berlangsung. Meski demikian, perubahan tinggi muka air di satu titik tidak selalu menggambarkan kondisi seluruh wilayah Jakarta.


2. InaRISK Personal

InaRISK Personal merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah kementerian, lembaga, dan organisasi terkait kebencanaan.


Aplikasi ini menyajikan informasi mengenai tingkat risiko bencana di suatu wilayah sekaligus rekomendasi tindakan untuk mengurangi risikonya.


Melalui InaRISK Personal, masyarakat dapat memeriksa potensi ancaman bencana, termasuk banjir, gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, dan tanah longsor.


Informasi tersebut dapat digunakan untuk mengenali risiko di lingkungan tempat tinggal maupun wilayah yang akan dikunjungi. Berbeda dari aplikasi yang menampilkan laporan genangan terkini, InaRISK Personal lebih berfokus pada peta risiko dan upaya mitigasi.


Oleh karena itu, aplikasi ini dapat melengkapi informasi cuaca dan laporan banjir, tetapi tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya acuan untuk mengetahui kondisi jalan saat itu.


3. Jaki atau Jakarta Kini

Jaki atau Jakarta Kini merupakan aplikasi layanan publik yang dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Jakarta Smart City.


Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai layanan dan informasi resmi bagi masyarakat Jakarta, termasuk informasi terkait kesiapsiagaan menghadapi banjir.


Salah satu fitur yang relevan adalah pantau banjir. Melalui fitur tersebut, warga dapat memeriksa informasi banjir di Jakarta. Jaki juga menyediakan fitur Peta, notifikasi, serta saluran untuk menyampaikan laporan mengenai permasalahan di lingkungan sekitar.


Keberadaan fitur-fitur tersebut membantu warga memperoleh informasi dari pemerintah daerah tanpa harus membuka banyak layanan berbeda.


Masyarakat dapat menggunakan informasi yang tersedia untuk mempertimbangkan rute perjalanan dan menghindari lokasi yang dilaporkan terdampak.


4. InfoBMKG

InfoBMKG merupakan aplikasi resmi BMKG yang menyediakan informasi prakiraan cuaca, iklim, kualitas udara, dan gempa bumi di Indonesia.


Aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk memantau perkembangan cuaca sebelum bepergian, terutama saat memasuki periode hujan. Fitur prakiraan cuaca menampilkan informasi hingga tingkat kecamatan untuk periode tujuh harian.


Pengguna juga dapat mengakses peringatan dini cuaca, citra radar, citra satelit, serta prakiraan cuaca berbasis dampak yang memperhitungkan potensi dampak kondisi cuaca.


Informasi tersebut berguna untuk mengenali kemungkinan hujan lebat dan mempersiapkan perjalanan lebih awal. Meski begitu, prakiraan hujan tidak berarti suatu lokasi pasti akan mengalami banjir.


Risiko genangan juga dipengaruhi oleh kondisi drainase, tinggi muka air, karakteristik wilayah, dan faktor lainnya.


5. Google Maps

Google Maps bukan aplikasi khusus pemantau banjir, tetapi tetap berguna ketika hujan deras mengganggu perjalanan.


Layanan navigasi ini menyediakan informasi lalu lintas dan rute perjalanan, termasuk sejumlah peringatan terkait situasi darurat yang dapat muncul pada peta.


Google menjelaskan peringatan krisis dapat ditampilkan ketika terdapat kejadian aktif, seperti banjir, kebakaran hutan, atau gempa bumi, di area peta yang sedang dilihat.


Peringatan juga dapat muncul ketika rute navigasi melewati wilayah terdampak. Informasi yang tersedia bergantung pada kejadian dan data yang tercakup dalam layanan.


Pengguna dapat memeriksa kondisi lalu lintas dan mempertimbangkan rute alternatif apabila tersedia. Namun, jangan menganggap semua jalan yang tergenang akan langsung terdeteksi atau ditandai di Google Maps. Informasi penutupan jalan dan kondisi banjir dapat terlambat atau belum tercantum.


Oleh karena itu, gunakan Google Maps bersama informasi dari BPBD, BMKG, atau kanal resmi pemerintah daerah. Jika jalan terlihat tergenang dan kedalamannya tidak diketahui, jangan memaksakan kendaraan untuk melintas hanya karena aplikasi masih menunjukkan rute tersebut.


6. PetaBencana.id

PetaBencana.id menjadi pilihan tambahan bagi masyarakat yang ingin mengetahui laporan bencana di sekitar lokasi mereka. Platform ini menampilkan peta informasi bencana secara real time berdasarkan laporan masyarakat dan informasi dari instansi terkait.


Pengguna dapat melihat laporan banjir di peta dan menyampaikan laporan kejadian yang mereka temukan. Informasi yang dikirimkan dapat mencakup titik lokasi, foto, dan deskripsi kondisi di lapangan.


Dengan cara tersebut, masyarakat dapat membantu memberikan gambaran mengenai situasi yang sedang terjadi.

PetaBencana.id tidak memiliki aplikasi seluler khusus yang harus diunduh.


Layanannya dapat diakses langsung melalui peramban ponsel atau komputer. Platform ini juga menyediakan kanal pelaporan melalui layanan pesan seperti WhatsApp dan Facebook Messenger.


Karena sebagian informasi berasal dari laporan masyarakat, pengguna perlu memperhatikan lokasi dan waktu laporan. Informasi di peta dapat membantu mengenali titik yang terdampak, tetapi tetap perlu dibandingkan dengan pengumuman resmi jika akan digunakan untuk mengambil keputusan keselamatan.


7. Lencana BMKG

Selain aplikasi InfoBMKG, BMKG juga menyediakan Lencana BMKG yang memiliki fitur pelaporan kondisi cuaca dan bencana dari masyarakat. Aplikasi ini mencakup fitur Lapor Cuaca, Lapor Gempabumi, dan Lapor Banjir.


Melalui fitur lapor banjir, pengguna dapat melaporkan perkiraan ketinggian genangan dengan pilihan kategori, mulai dari setinggi kaki, lutut, paha, badan, hingga kepala. Pengguna juga dapat melihat laporan cuaca dan bencana melalui peta serta memeriksa lini masa laporan.



Fitur pelaporan tersebut memungkinkan masyarakat berkontribusi menyampaikan kondisi yang mereka temui. Informasi dari pengguna dapat membantu memberikan gambaran situasi di sejumlah lokasi, tetapi tetap perlu dipahami sebagai laporan masyarakat dan bukan pengganti peringatan resmi dari pihak berwenang.


Pastikan aplikasi memperoleh pembaruan, aktifkan notifikasi yang diperlukan, dan periksa waktu informasi terakhir diperbarui. Jika ada peringatan banjir atau cuaca ekstrem dari instansi berwenang, utamakan petunjuk keselamatan resmi.


Aplikasi pantau banjir dan hujan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan lebih siap selama musim hujan. Namun, ketika air mulai naik, arus terlihat deras, atau jalan terendam dengan kedalaman yang tidak diketahui, hindari menerobos genangan dan cari tempat aman.


×
Berita Terbaru Update