-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyelidiki laporan kemungkinan kasus kedua wabah pneumonia di Rusia, setelah seorang pekerja laboratorium

Kamis, 08 Oktober 2026 | Oktober 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-07T18:22:06Z

 


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyelidiki laporan kemungkinan kasus kedua wabah pneumonia di Rusia, setelah seorang pekerja laboratorium meninggal dunia akibat penyakit yang diduga berkaitan dengan paparan patogen berbahaya.

 

Para pejabat kesehatan global mendesak Moskwa bersikap transparan menyusul kematian seorang pekerja laboratorium bernama Daria Shipilova, di Institut Penelitian Anti-Wabah Irkutsk di Shelekhov.

 

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi pihaknya telah meminta informasi tambahan dari otoritas kesehatan Rusia mengenai karyawan kedua yang menunjukkan gejala pneumonia tanpa penyebab yang jelas.

 

Dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (6/10/2026) malam waktu setempat, Tedros mendesak Rusia merilis seluruh informasi yang diketahui mengenai wabah tersebut.

 

“Berbagi informasi yang tepat waktu, lengkap, dan transparan sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional sangat penting untuk mengklarifikasi laporan yang saling bertentangan dan memungkinkan penilaian yang akurat tentang potensi risiko kesehatan masyarakat,” kata Tedros, dilansir dari The Independent UK, Rabu (7/10/2026).

 

Shipilova dirawat di rumah sakit pada akhir September lalu karena mengalami gagal napas akut. Ketika dirawat di rumah sakit, perempuan berusi 28 tahun tersebut harus dipasangi alat bantu pernapasan sebelum meninggal dunia pada Jumat (2/10/2026).

 

Menurut laporan media lokal, Shipilova terpapar patogen berbayaha setelah tidak sengaja memecahkan tabung sampel biologis saat menjalankan pekerjaan rutinnya di laboratorium.

 

Namun, ahli epidemiologi senior Rusia, Mikhail Favorov, meragukan laporan tersebut. Saat diwawancara The Moscow Times awal pekan ini, Favorov mengatakan personel di institut tersebut bekerja dengan mengenakan pakaian pelindung atau alat pelindung diri (APD) lengkap.

 

Sementara itu, media berita independen Rusia, Lyudi Baikal, melaporkan seorang individu kedua dengan gejala gangguan pernapasan berat meninggal dunia di fasilitas medis regional Irkutsk. Namun, laporan tersebut belum diverifikasi secara mandiri.

 

Sebelumnya, setidaknya 197 orang yang diidentifikasi sebagai kontak langsung maupun tidak langsung dengan Shipilova masih menjalani isolasi medis. Sekitar 100 orang di antaranya saat ini dipantau di kamar perawatan rumah sakit.

×
Berita Terbaru Update