-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Paus Leo XIV mengungkapkan dokter menemukan nodul kecil di paru-parunya saat menjalani pemeriksaan kesehatan

Senin, 12 Oktober 2026 | Oktober 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-11T18:03:22Z

 Paus Leo XIV mengungkapkan dokter menemukan nodul kecil di paru-parunya saat menjalani pemeriksaan kesehatan baru-baru ini. Pemimpin Gereja Katolik berusia 71 tahun itu dijadwalkan menjalani operasi untuk mengangkat nodul tersebut dalam beberapa hari ke depan.


Dalam doa Angelus mingguan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (11/10/2026), Paus Leo mengatakan nodul tersebut terdeteksi sejak tahap awal dan masih terlokalisasi.



 “Baru-baru ini, selama beberapa pemeriksaan medis, dokter menemukan nodul yang terlokalisasi di paru-paru saya. Nodul itu terdeteksi pada tahap yang sangat awal dan masih terlokalisasi,” kata Paus Leo dilansir dari Reuters.


Ia menjelaskan, dokter menyarankan tindakan operasi untuk mengangkat nodul tersebut. Paus Leo pun memutuskan mengikuti rekomendasi tim medisnya.


“Dokter menilai tindakan medis perlu dilakukan. Karena itu, mengikuti saran mereka, saya memutuskan menjalani operasi untuk mengangkatnya. Operasi tersebut sudah dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.


Hingga kini, Vatikan belum memberikan keterangan apakah nodul tersebut diduga bersifat ganas atau merupakan kanker. Kantor pers Vatikan memperkirakan Paus Leo membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk pulih setelah operasi, tetapi belum merinci kondisi kesehatannya lebih lanjut.


Nodul paru-paru merupakan lesi kecil yang terlokalisasi dan dapat bersifat jinak. Menurut American Thoracic Society, kurang dari 5% nodul paru-paru secara keseluruhan terbukti bersifat kanker. Risiko keganasan dapat meningkat seiring pertambahan usia, ukuran nodul, kebiasaan merokok, dan faktor lainnya.


Pakar kanker paru-paru dari Georgetown University di Washington, Stephen Liu, mengatakan nodul paru-paru cukup umum ditemukan dan sering kali bersifat jinak.


 “Ketika terdapat kekhawatiran yang cukup besar dan tindakan tersebut aman dilakukan berdasarkan lokasi nodul serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, operasi pengangkatan dapat memberikan diagnosis yang pasti,” kata Liu.


Paus Leo terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik oleh para kardinal pada Mei 2025. Ia tergolong relatif muda dibandingkan sejumlah pemimpin Gereja Katolik sebelumnya. Paus Leo diketahui menyukai olahraga, termasuk tenis, dan tidak dikenal sebagai perokok atau memiliki riwayat masalah kesehatan sebelumnya.


Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan dukungan kepada Paus Leo menjelang operasi tersebut.


“Saya ingin menyampaikan dukungan pribadi saya dan dukungan pemerintah Italia kepada Bapa Suci saat menghadapi tantangan ini dalam beberapa hari ke depan,” kata Meloni dalam sebuah pernyataan.


Meloni juga menilai ketenangan Paus Leo saat menyampaikan kondisi kesehatannya menjadi hal yang melegakan.


Sebelumnya, pendahulu Paus Leo, Paus Fransiskus, meninggal dunia pada usia 88 tahun setelah beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit ketika kondisi kesehatannya menurun pada usia lanjut.


Di tengah persiapan operasi, Paus Leo tetap memiliki agenda kegiatan yang padat. Ia dijadwalkan melakukan kunjungan selama 11 hari ke Uruguay, Argentina, dan Peru pada 6–17 November 2026. Dalam doa Angelus pada Minggu, ia juga meminta umat Katolik mendoakan kunjungan pastoral tersebut.


×
Berita Terbaru Update