-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Transaksi QRIS cross border di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 79.938 transaksi dengan nominal Rp 26,8 miliar hingga Agustus 2026. Momentum MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 | Oktober 11, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-10T18:23:41Z


 

Transaksi QRIS cross border di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 79.938 transaksi dengan nominal Rp 26,8 miliar hingga Agustus 2026. Momentum MotoGP Mandalika pada 9-11 Oktober 2026 dimanfaatkan Bank Indonesia (BI) NTB untuk memperluas penggunaan pembayaran digital sekaligus membuka pasar internasional bagi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

 

BI NTB memperkuat kesiapan layanan pembayaran dan penukaran valuta asing selama ajang balap motor dunia di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran transaksi wisatawan di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama gelaran MotoGP.

 

BI NTB mengimbau penyedia jasa pembayaran, baik perbankan maupun lembaga nonbank, serta penyelenggara kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank untuk menjaga keandalan sistem, kesiapan operasional, dan kualitas pelayanan.

 

Selain itu, BI NTB mengintensifkan edukasi penggunaan quick response code Indonesian standard (QRIS), termasuk layanan lintas negara atau QRIS cross border, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dan sejumlah lokasi strategis.

 

Saat ini, konektivitas QRIS cross border telah menjangkau enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Melalui layanan tersebut, wisatawan dari negara mitra dapat membayar transaksi di pedagang yang menggunakan QRIS di Indonesia dengan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.

 

Untuk memperkenalkan manfaat layanan tersebut secara langsung, BI NTB berkolaborasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggelar edukasi dan pengalaman penggunaan QRIS Cross Border di kawasan Sirkuit Mandalika. Inisiatif ini diharapkan membuat transaksi wisatawan lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

 

Tak hanya memperkuat transaksi digital, BI NTB juga memanfaatkan MotoGP Mandalika untuk mempromosikan produk unggulan daerah. Sejumlah UMKM binaan dan desa wisata menghadirkan produk di kawasan sirkuit, termasuk Premium Grandstand A.

 

Produk yang ditawarkan meliputi kopi Dersi Coffee, Ayam Merangkat dari Desa Wisata Bonjeruk, olahan kacang dan jagung dari Songgajah, roti dari Rasa Baru, serta kerajinan tangan Bale Rattan. Para pelaku usaha juga menyediakan pembayaran QRIS untuk memudahkan pengunjung bertransaksi.

 

Pemilik Dersi Coffee, Made Dewa Satriawan, menilai interaksi langsung dengan wisatawan mancanegara membuka peluang bagi produk kopi lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

 

“Memiliki produk yang bagus saja belum tentu cukup untuk membangun bisnis yang sukses. Produk yang baik membuat pelanggan datang, tetapi hubungan yang baik membuat mereka kembali,” ujarnya.

 

Made berharap kesempatan mengikuti ajang internasional seperti MotoGP Mandalika dapat berlanjut setiap tahun agar UMKM lokal semakin dikenal dan memperoleh pelanggan baru.

 

Peluang tersebut terlihat dari pengalaman Andreas, wisatawan asal Italia yang mengunjungi Dersi Coffee. Ia tertarik mencoba kopi Sapit karena menilai aroma kopi Lombok berbeda dari kopi yang biasa ditemuinya di Italia. Andreas juga berencana kembali untuk mencicipi varian kopi lainnya.

 

Capaian transaksi QRIS cross border sebesar Rp 26,8 miliar hingga Agustus 2026 memperlihatkan aktivitas pembayaran lintas negara di NTB. Namun, angka tersebut merupakan akumulasi transaksi hingga Agustus, bukan transaksi khusus selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika.

 

BI NTB berharap penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, mulai dari kemudahan transaksi wisatawan hingga perluasan promosi produk lokal.

 

Ke depan, Bank Indonesia akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, industri sistem pembayaran, dan pelaku usaha untuk memperluas penggunaan pembayaran digital serta meningkatkan daya saing UMKM. Dengan demikian, momentum pariwisata internasional diharapkan dapat membuka peluang usaha yang lebih besar bagi masyarakat NTB.

×
Berita Terbaru Update