Belasan rumah di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung mengalami kerusakan berat seusai diguncang gempa bumi magnitudo 4,5.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa gempa bumi tersebut menyebabkan sejumlah atap rumah warga ambruk. Gempa bumi juga meninggalkan retakan di bagian dinding.
Gempa bumi magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Tanggamus, Lampung, Jumat (26/9/2025) pukul 21.55 WIB. Guncangan gempa itu menyebabkan belasan rumah warga di sejumlah desa di Kecamatan Semaka mengalami kerusakan.
Dalam rekaman video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan dampak gempa bumi yang cukup parah. Sejumlah atap rumah warga ambruk, perabotan hingga barang elektronik seperti televisi terjatuh di lantai, guncangan gempa juga meninggalkan retakan di bagian dinding.
Dalam video amatir lainnya memperlihatkan warga berhamburan ke luar rumah saat gempa mengguncang. Warga panik dan khawatir tertimpa runtuhan atap rumah.
Guncangan gempa menyebabkan rumah milik warga di RT 2 Desa Sidodadi, Kecamatan Semaka ambruk. Rumah yang ambruk tersebut milik Jasmini, seorang janda yang baru mengalami duka karena suaminya baru beberapa hari meninggal dunia.
Rumah Jasmini mengalami kerusakan cukup parah diduga memang telah rapuh. Hanya bagian depan rumah dan tenda untuk tahlilan almarhum suaminya yang masih berdiri.
Ambruknya rumah Jasmini menggerakkan hati warga setempat berduka dan berbondong-bondong mendatangi rumah Jasmini untuk memberikan dukungan moral. Pascakejadian, petugas kepolisian bersama petugas BPBD Tanggamus membantu warga yang terdampak gempa bumi.
Berdasarkan data BMKG Lampung, pusat gempa berada pada 5.47 LS dan 104.51 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 19 Km Barat Laut Tanggamus, Lampung dengan kedalaman 5 kilometer.
Hasil analisa BMKG menunjukkan, gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo 4,5 dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan data BPBD Tanggamus, dampak gempa bumi mengakibatkan sebanyak 11 rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Belasan rumah warga yang mengalami kerusakan tersebut tersebar di tiga desa.
Adapun rincian rumah warga yang mengalami kerusakan yakni, di Desa Sidodadi tercatat satu unit rumah rusak berat, enam unit rumah rusak ringan.
Desa Tugu Rejo sebanyak tiga unit rumah rusak ringan, dan di Desa Karang Rejo satu unit rumah rusak ringan.
Petugas gabungan dari BPBD Tanggamus, TNI dan Polri bersama warga bergotong royong memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan.
Salah satu warga yang terkena dampak gempa bumi, Jasmini menceritakan saat itu dirinya berada di rumah bersama anak dan cucunya untuk membahas tahlil almarhum suaminya yang akan memasuki hari ketiga wafat.
“Saat kejadian saya sedang di rumah bersama anak dan cucu, membicarakan tahlil hari ketiga untuk suami saya,” kata Jasmini kepada wartawan, Sabtu (27/9/2025).
Ia menuturkan, saat kejadian, cucunya yang masih berusia satu tahun sedang tertidur di dekatnya. Getaran gempa membuat anaknya segera menggendong cucunya untuk menyelamatkan diri.
“Cucu saya berumur satu tahun sedang tidur di dekat saya. Tiba-tiba gempa, anak saya langsung mengambil cucu lalu keluar rumah," ujarnya.
"Anak saya tertimpa genting di bagian punggung, tetapi kami semua selamat,” ungkapnya.
Jasmini berharap adanya perhatian dari pihak terkait agar rumahnya dapat diperbaiki dan kembali layak huni.
“Saya berharap rumah saya mendapatkan perbaikan yang layak sehingga bisa kembali ditempati, karena saya tidak punya tempat lain,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolsek Semaka AKP Sutarto mengatakan, pihaknya bergerak cepat saat mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya rumah yang terdampak gempa.
“Begitu laporan kami terima, personel Polsek Semaka turun ke lapangan untuk mengecek kondisi warga, mendata kerusakan rumah, sekaligus memastikan tidak ada korban jiwa,” tuturnya.
AKP Sutarto menjelaskan, meski menyebabkan belasan rumah warga, peristiwa gempa bumi di Kecamatan Semak tidak sampai mengakibatkan korban jiwa.
"Kerusakan paling banyak terjadi di bagian atap dan tembok rumah warga. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," jelasnya.
Hingga kini, petugas gabungan dari BPBD Tanggamus, TNI dan Polri masih melakukan pemantauan dan bersiaga di lokasi terdampak gempa bumi.
BPBD dan Polres Tanggamus mengimbau masyarakat, khususnya warga Kabupaten Tanggamus untuk tetap tenang dan mewaspadai hingga mengantisipasi kemungkinan peristiwa gempa susulan.