Hujan deras yang saat ini bahkan mengguyur hampir seluruh
wilayah Indonesia bisa mengubah kondisi jalan dalam sekejap menjadi licin,
jarak pandang menurun, dan respons kendaraan melambat. Berkendara dalam kondisi
ini membutuhkan persiapan menyeluruh agar perjalanan tetap aman.
Apa saja persiapan yang seharusnya disiapkan ketika berkendara
dalam keadaan hujan? Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (23/1/2026), berikut
enam hal yang harus dipersiapkan.
Kesiapan Fisik dan Mental
Berkendara saat hujan menuntut pengemudi untuk memproses
informasi visual lebih cepat, memperkirakan jarak aman, dan mengendalikan
kecepatan kendaraan.
Kelelahan fisik atau tekanan mental dapat menurunkan
kualitas pengambilan keputusan, terutama dalam situasi mendadak. Stamina,
konsentrasi, dan pengendalian emosi menjadi fondasi utama keselamatan.
Kombinasi kesiapan fisik dan mental memungkinkan respon lebih cepat dan terukur
serta menjaga konsistensi perilaku berkendara yang aman.
Cek Kondisi Kendaraan
Sebelum berkendara saat hujan, pastikan kendaraan dalam
kondisi prima:
Ban:
Periksa tekanan dan ketebalan alur.
Alur yang baik menyalurkan air, menjaga cengkeraman, dan
mengurangi risiko selip.
Lampu dan wiper:
Lampu dinyalakan agar kendaraan terlihat.
Wiper menjaga kaca depan tetap bersih.
Rem dan sistem kemudi:
Pastikan rem responsif.
Sistem kemudi presisi menjaga stabilitas kendaraan saat
bermanuver.
Pemeriksaan rutin kendaraan penting untuk meminimalkan
risiko gangguan teknis di jalan basah.
Perencanaan Perjalanan
Perencanaan matang membantu menekan risiko:
Pantau prakiraan cuaca: Tentukan waktu keberangkatan yang
aman.
Pilih rute minim risiko: Hindari genangan, permukaan
bergelombang, dan jalur gelap.
Atur waktu tempuh realistis: Sesuaikan kecepatan rata-rata
saat hujan untuk menghindari terburu-buru.
Teknik Berkendara Aman di Jalan Basah
Kurangi kecepatan: Jalan basah meningkatkan risiko kehilangan
traksi.
Perpanjang jarak aman: Berikan ruang cukup untuk pengereman
bertahap.
Hindari manuver mendadak: Gerakan halus menjaga stabilitas
kendaraan.
Gunakan lampu rendah: Meningkatkan visibilitas tanpa
memantulkan cahaya berlebihan.
Menjaga Fokus dan Ketenangan
Minimalkan distraksi: Jaga konsentrasi agar respons tetap
cepat.
Kelola emosi: Kesabaran menjaga keputusan tetap rasional.
Pertahankan ritme berkendara konsisten: Memberikan rasa aman
dan prediktabilitas bagi pengguna jalan lain.