Banjir setinggi 150 hingga 175 sentimeter masih merendam
permukiman padat penduduk di Kelurahan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara,
Jakarta Timur, pada Jumat (30/1/2026) pagi. Kondisi ini memaksa ratusan warga
untuk segera mengevakuasi perabotan rumah tangga dan mengungsi ke tempat yang
lebih aman.
Berdasarkan pantauan di lokasi, air yang berasal dari luapan
Kali Ciliwung tersebut telah membenamkan rumah-rumah yang berada di sekitar
bantaran sungai. Warga terlihat bahu-membahu menyelamatkan barang berharga
seperti kulkas, mesin cuci, hingga kompor guna meminimalisasi kerusakan lebih
lanjut.
Selain menyelamatkan perabotan, warga juga memindahkan
kendaraan bermotor ke area SD 01 Kampung Melayu. Lokasi sekolah tersebut kini
dialihfungsikan sementara menjadi titik pengungsian utama bagi warga terdampak.
Salah seorang warga setempat, Jo (35), mengungkapkan, banjir
dipicu oleh tingginya curah hujan serta kiriman air dari hulu Kali Ciliwung
yang terus terjadi sejak sepekan terakhir.
Ia menjelaskan bahwa setidaknya terdapat dua RT di Kelurahan
Kebon Pala yang terdampak parah, dengan total sekitar 130 keluarga yang
rumahnya terendam.
Hingga saat ini, mayoritas warga yang rumahnya tidak lagi
dapat ditempati telah memilih untuk bertahan di posko pengungsian. Namun, Jo
mengeluhkan minimnya perhatian dari pihak terkait mengenai kebutuhan dasar pengungsi,
terutama obat-obatan.
"Sampai saat ini belum ada bantuan yang masuk,"
ucapnya dengan nada khawatir.
Kondisi air di kawasan Jakarta Timur ini masih terpantau
fluktuatif, tergantung pada intensitas hujan di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Warga berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan logistik dan medis untuk
mencegah timbulnya penyakit pascabanjir.