-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan sebuah kabar mengejutkan dalam rapat kabinet di Gedung Putih

Jumat, 30 Januari 2026 | Januari 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-30T00:04:35Z


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan sebuah kabar mengejutkan dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada Kamis (29/1/2026) waktu setempat. Ia menyatakan bahwa Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menyetujui permintaannya untuk menghentikan sementara serangan udara ke Kyiv dan kota-kota lain di Ukraina selama satu minggu. Kesepakatan ini muncul di tengah krisis kemanusiaan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Langkah ini diambil menyusul kondisi Ukraina yang sedang menghadapi musim dingin paling berat sejak awal invasi. Serangan Rusia yang terus-menerus terhadap infrastruktur energi telah menyebabkan jutaan warga kehilangan akses listrik, pemanas ruangan, dan air bersih. Kondisi ini menjadi sangat mematikan mengingat suhu udara di sana kini berada di bawah titik beku.

Dalam keterangannya, Trump menjelaskan bahwa alasan utama di balik permintaannya adalah faktor kemanusiaan akibat cuaca yang sangat ekstrem. Ia menyebut bahwa dingin yang melanda Ukraina saat ini bukan sekadar musim dingin biasa, melainkan rekor suhu terendah yang sangat membahayakan nyawa manusia jika dibarengi dengan serangan militer.

"Karena cuaca dingin yang sangat ekstrem, saya secara pribadi meminta Presiden Putin untuk tidak menembaki Kyiv dan kota-kota lainnya selama sepekan ini," ujar Trump di hadapan para menterinya diutip Channel News Asia, Jumat (30/1/2026).

Ia membandingkan cuaca di Ukraina dengan gelombang dingin yang juga sedang melanda Washington, menyadari betapa beratnya situasi di lapangan bagi warga sipil.

Trump juga mengungkapkan bahwa banyak pihak awalnya meragukan langkah diplomasinya tersebut. Beberapa penasihat sempat menyarankannya untuk tidak membuang waktu melakukan panggilan telepon tersebut karena dianggap mustahil. Namun, Trump menegaskan bahwa Putin memenuhi permintaannya dan ia sangat mengapresiasi respons positif dari pemimpin Rusia tersebut.

Meskipun Trump merasa optimis dan percaya bahwa Putin akan menepati janji tersebut, pihak Kremlin hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait kesepakatan gencatan senjata sementara ini. Hal ini menjadi sorotan mengingat pertemuan puncak antara kedua pemimpin tersebut di Alaska pada Agustus lalu berakhir tanpa terobosan yang berarti.

Di sisi lain, situasi di lapangan masih sangat kritis. Badan cuaca Ukraina memperkirakan suhu akan merosot tajam hingga mencapai minus 30 derajat celsius dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, Presiden Volodymyr Zelenskyy tetap memberikan peringatan kepada warganya untuk waspada terhadap potensi serangan baru Rusia yang menyasar fasilitas energi di tengah upaya pemulihan layanan publik.

Terlepas dari klaim gencatan senjata tersebut, serangan Rusia dilaporkan masih memakan korban jiwa. Pada hari yang sama, otoritas regional Ukraina melaporkan enam orang tewas akibat serangan di wilayah tengah dan selatan. Kini dunia tengah menunggu apakah "janji sepekan" ini benar-benar akan memberikan ruang napas bagi warga Ukraina yang sedang berjuang melawan dingin dan peperangan yang akan segera memasuki tahun kelima

×
Berita Terbaru Update