Di tengah gempuran mobil listrik berukuran mikro, Changan
Lumin hadir dengan pendekatan yang unik. Dengan aksen eksterior yang menyerupai
mata dan senyum lebar, kesan pertama yang muncul adalah sebuah mobil
"mainan" yang penuh gimik.
Namun, setelah pengujian langsung membelah rimba beton
Jakarta pada Februari 2026 ini, Changan Lumin membuktikan bahwa ia punya
substansi yang serius di balik wajah imutnya. Awalnya, ada rasa skeptis
(underestimate) saat melihat dimensinya yang mungil.
Namun, begitu masuk ke dalam kabin, anggapan itu langsung
sirna. Berbeda dengan beberapa kompetitor di kelasnya, Changan Lumin memberikan
ruang yang sangat lega. Tidak ada kesan sempit atau klaustrofobik bagi
pengemudi maupun penumpang.
Interiornya mengusung konsep fungsionalitas yang jujur.
Meski tidak bertabur material mewah, Changan tetap menyematkan teknologi
relevan seperti head unit canggih dan slot pengisian daya yang krusial untuk
mobilitas modern.
Changan Indonesia melakukan penyesuaian harga strategis
untuk model Lumin senilai Rp 183 juta demi memberi kepastian konsumen di tengah
ketidakpastian insentif. - (Changan Indonesia/DOK)
Changan Indonesia melakukan penyesuaian harga strategis
untuk model Lumin senilai Rp 183 juta demi memberi kepastian konsumen di tengah
ketidakpastian insentif. - (Changan Indonesia/DOK)
Rute pengujian yang meliputi Senayan, Gambir, Kuningan,
hingga Kebon Jeruk menjadi medan pembuktian ideal bagi kelincahan mobil ini. Di
balik tampilannya, Changan Lumin adalah mesin urban yang sangat taktis. Palang
kemudi terasa sangat aktif berkomunikasi dengan gerakan tangan. Hal ini
didukung oleh penggunaan pelek 14 inci yang membuat mobil terasa lebih grounded
dan stabil dibandingkan mobil listrik mungil lain yang biasanya menggunakan
ukuran lebih kecil.
Dalam kemacetan Kuningan, radius putarnya yang kecil
memungkinkan manuver yang sangat presisi. Performa motor listrik berkekuatan 48
PS memberikan respons yang cukup instan untuk stop-and-go. Data teknis menunjukkan bahwa mobil ini tidak
hanya sekadar bisa jalan. Dalam pengujian membelah kemacetan sejauh puluhan
kilometer, konsumsi dayanya berada di angka kisaran 11,0 kWh/100 km.
Salah satu aspek yang menghapus keraguan adalah jarak tempuh
baterai yang mencapai 300 kilometer dalam kondisi penuh. Kapasitas baterai
28,08 kWh yang diusungnya memberikan ketenangan pikiran (peace of mind); tidak
perlu lagi merasa khawatir kehabisan daya saat terjebak macet panjang di Kebon
Jeruk.
Dengan harga promo yang dipatok di kisaran Rp 178 juta (OTR
Jakarta), Changan Lumin menawarkan paket yang sangat kompetitif. Penggunaan
suspensi yang terasa lebih "dewasa" (empuk namun tidak limbung)
semakin menegaskan bahwa mobil ini dirancang untuk kenyamanan jangka panjang di
jalanan yang tidak selalu mulus.
Memang ada beberapa hal yang setidaknya cukup mengganggu
dari Changan Lumin. Misalnya saja pengaturan spion yang masih manual,
pengaturan kaca naik turun yang belum otomatis, hingga minimnya fitur ADAS yang
saat ini jadi tren terbaru teknologi keamanan berkendara.
Hanya saja hal itu mungkin tidak terlalu membuat Anda
mengernyitkan dahi. Pasalnya, Changan Lumin seolah terlihat seperti sedang
"tersenyum" kepada Anda, karena secara performa, ia adalah petarung
jalanan yang serius, taktis, dan fungsional.