-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Harga emas dunia melesat hingga menembus level US$ 4.700 per ons dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa

Rabu, 21 Januari 2026 | Januari 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-20T19:30:33Z

 


Harga emas dunia melesat hingga menembus level US$ 4.700 per ons dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (20/1/2025) waktu Amerika Serikat (AS). Hal itu terjadi seiring permintaan terhadap aset aman meningkat di tengah kericuhan geopolitik global.

Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1,2% ke level US$ 4.726,86 per ons pada perdagangan Selasa. Harga sempat menyentuh rekor intraday di US$ 4.737,10 per troi ons. Sementara itu, harga perak juga menguat 0,7% ke US$ 95,308 per ons, mendekati rekor tertingginya.

Kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari tercatat melonjak 3% ke posisi US$ 4.732,60 per ons.

Lonjakan harga logam mulia ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan memberlakukan tarif tinggi mulai 1 Februari terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran akan kembali pecahnya perang dagang global.

“Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi akibat ancaman tarif tambahan dan keinginan Trump untuk menurunkan suku bunga AS menjadi pendorong utama yang membawa harga emas ke rekor tertinggi baru,” kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Sejak awal 2026, harga emas telah melonjak sekitar 9,6% hanya dalam 20 hari perdagangan. Bahkan, harga emas tercatat naik lebih dari 70% sejak dimulainya masa jabatan kedua Trump setahun lalu.

Ketegangan geopolitik, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, serta arus masuk dana ETF menjadi faktor utama reli emas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ketidakpastian kebijakan dan politik global mendorong investor mengalihkan aset ke instrumen lindung nilai seperti emas. Pada sisi lain, prospek suku bunga yang lebih rendah turut mengurangi biaya peluang kepemilikan aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Pelaku pasar juga menantikan putusan Mahkamah Agung AS terkait gugatan atas upaya Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook. Dalam skenario ekstrem, kasus tersebut dinilai berpotensi menggerus independensi bank sentral AS.

 “Kami masih melihat potensi kenaikan lebih lanjut untuk emas, dengan target harga di kisaran US$ 5.000 per ons,” ujar Staunovo.

Sementara itu, harga perak tercatat telah melonjak 147% sepanjang 2025 dan kembali naik 33,7% pada 2026, didorong statusnya sebagai mineral strategis di AS serta defisit struktural di pasar global.

Harga Emas Hari IniHarga EmasHarga Emas DuniaRekor Harga Emas

×
Berita Terbaru Update