Harga emas dunia melesat hingga menembus level US$ 4.700 per
ons dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (20/1/2025) waktu
Amerika Serikat (AS). Hal itu terjadi seiring permintaan terhadap aset aman
meningkat di tengah kericuhan geopolitik global.
Mengutip CNBC, harga emas spot naik 1,2% ke level US$
4.726,86 per ons pada perdagangan Selasa. Harga sempat menyentuh rekor intraday
di US$ 4.737,10 per troi ons. Sementara itu, harga perak juga menguat 0,7% ke
US$ 95,308 per ons, mendekati rekor tertingginya.
Kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman
Februari tercatat melonjak 3% ke posisi US$ 4.732,60 per ons.
Lonjakan harga logam mulia ini dipicu oleh pernyataan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam akan memberlakukan tarif
tinggi mulai 1 Februari terhadap sejumlah negara Eropa terkait isu Greenland.
Ancaman tersebut memicu kekhawatiran akan kembali pecahnya perang dagang
global.
“Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi akibat ancaman
tarif tambahan dan keinginan Trump untuk menurunkan suku bunga AS menjadi
pendorong utama yang membawa harga emas ke rekor tertinggi baru,” kata analis
UBS Giovanni Staunovo.
Sejak awal 2026, harga emas telah melonjak sekitar 9,6%
hanya dalam 20 hari perdagangan. Bahkan, harga emas tercatat naik lebih dari
70% sejak dimulainya masa jabatan kedua Trump setahun lalu.
Ketegangan geopolitik, ekspektasi pelonggaran kebijakan
moneter, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, serta arus masuk dana ETF
menjadi faktor utama reli emas yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Ketidakpastian kebijakan dan politik global mendorong
investor mengalihkan aset ke instrumen lindung nilai seperti emas. Pada sisi
lain, prospek suku bunga yang lebih rendah turut mengurangi biaya peluang
kepemilikan aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar juga menantikan putusan Mahkamah Agung AS
terkait gugatan atas upaya Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook. Dalam
skenario ekstrem, kasus tersebut dinilai berpotensi menggerus independensi bank
sentral AS.
“Kami masih melihat
potensi kenaikan lebih lanjut untuk emas, dengan target harga di kisaran US$
5.000 per ons,” ujar Staunovo.
Sementara itu, harga perak tercatat telah melonjak 147%
sepanjang 2025 dan kembali naik 33,7% pada 2026, didorong statusnya sebagai
mineral strategis di AS serta defisit struktural di pasar global.
Harga Emas Hari IniHarga EmasHarga Emas DuniaRekor Harga
Emas