Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Senin (19/1/2026) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada level 9.133. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian tersebut mencerminkan optimisme investor, terutama investor asing, terhadap prospek perekonomian Indonesia.
Purbaya menyampaikan, penguatan IHSG terjadi di tengah
meningkatnya ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik di berbagai
kawasan. Namun demikian, pasar keuangan Indonesia justru menunjukkan ketahanan
yang kuat.
Menurutnya, lonjakan IHSG hingga mencetak rekor tertinggi
tidak mungkin hanya didorong oleh investor domestik. Kenaikan signifikan
tersebut menjadi indikasi kuat masuknya arus modal asing ke pasar keuangan
nasional.
“Enggak mungkin
domestik sendiri yang bisa mendorong ke
level yang seperti itu,” ujar Purbaya saat ditemui seusai rapat dengan Komisi
XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Purbaya menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir arus
modal asing terus mengalir masuk ke Indonesia. Ia meyakini keputusan investor
global menempatkan dana di pasar saham Indonesia didasarkan pada penilaian
rasional terhadap prospek ekonomi dan arah kebijakan pemerintah.
“Pemain pasar itu
orang-orang pintar. Mereka melihat prospek ekonomi ke depan seperti apa, mereka
nilai kebijakan kita seperti apa, kemudian mereka tentukan posisi berdasarkan
itu,” tegasnya.
Lebih lanjut, Purbaya menuturkan pemerintah bersama Bank
Indonesia terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan
sistem keuangan. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter juga dilakukan melalui
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Ia menambahkan, dampak positif dari perbaikan ekonomi
nasional diperkirakan semakin terasa pada kuartal I 2026. Sejumlah indikator
awal menunjukkan aktivitas ekonomi yang lebih bergairah dibandingkan periode
yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
