-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang ditemukan wafat di tebing kawah puncak Gunung Slamet, akhirnya tiba di rumah duka dan langsung dimakamkan

Jumat, 16 Januari 2026 | Januari 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-15T19:01:41Z

Suasana duka mendalam menyelimuti Kelurahan Kramat Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (15/1/2026) malam. Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang ditemukan wafat di tebing kawah puncak Gunung Slamet, akhirnya tiba di rumah duka dan langsung dimakamkan.

 


Iring-iringan ambulans tiba di Masjid Baiturrosyidin sekitar pukul 20.25 WIB. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat peti jenazah diturunkan untuk disalatkan. Warga yang telah menunggu sejak sore larut dalam suasana haru yang mencekam.

Prosesi pemakaman dilakukan dengan cepat di TPU Sidotopo, Kota Magelang. Peti jenazah perlahan dimasukkan ke liang lahat pada pukul 21.07 WIB. Momen paling menyayat hati terjadi saat ayah almarhum, Dhani Rusman (54), turun langsung ke liang lahat untuk mengumandangkan azan di telinga putra bungsunya di tengah dinginnya malam.

Pertimbangan Keluarga: Peti Tidak Dibuka

Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menjelaskan bahwa keluarga akhirnya sepakat untuk tidak membuka peti jenazah. Keputusan ini diambil demi menjaga kondisi psikologis keluarga, terutama sang ibu, Utari.

"Awalnya Ibu Utari ingin melihat untuk terakhir kali. Namun, karena kondisi jenazah yang sudah tidak memungkinkan setelah dua pekan, kami merekam proses penyucian sebagai ganti. Keluarga akhirnya ikhlas jenazah tidak disemayamkan di rumah, melainkan langsung disalatkan dan dimakamkan," jelas Catur.

Keluarga mengaku bersyukur dan menganggap kepulangan jenazah Syafiq ke Magelang adalah sebuah karunia besar setelah operasi pencarian yang sangat berat di medan ekstrem.

Apresiasi untuk Tim SAR

Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, yang hadir langsung di rumah duka, menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim SAR gabungan dan relawan yang telah berjibaku selama 18 hari di Gunung Slamet.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Magelang, kami berduka cita. Terima kasih kepada seluruh relawan yang telah membantu hingga Ananda Syafiq bisa ditemukan dan kembali ke pelukan keluarga," pungkas Damar.

 

×
Berita Terbaru Update