Suasana duka mendalam menyelimuti Kelurahan Kramat Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (15/1/2026) malam. Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki yang ditemukan wafat di tebing kawah puncak Gunung Slamet, akhirnya tiba di rumah duka dan langsung dimakamkan.
Iring-iringan ambulans tiba di Masjid Baiturrosyidin sekitar
pukul 20.25 WIB. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat peti jenazah diturunkan
untuk disalatkan. Warga yang telah menunggu sejak sore larut dalam suasana haru
yang mencekam.
Prosesi pemakaman dilakukan dengan cepat di TPU Sidotopo,
Kota Magelang. Peti jenazah perlahan dimasukkan ke liang lahat pada pukul 21.07
WIB. Momen paling menyayat hati terjadi saat ayah almarhum, Dhani Rusman (54),
turun langsung ke liang lahat untuk mengumandangkan azan di telinga putra
bungsunya di tengah dinginnya malam.
Pertimbangan Keluarga: Peti Tidak Dibuka
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi
Fajar Sumarmo, menjelaskan bahwa keluarga akhirnya sepakat untuk tidak membuka
peti jenazah. Keputusan ini diambil demi menjaga kondisi psikologis keluarga,
terutama sang ibu, Utari.
"Awalnya Ibu Utari ingin melihat untuk terakhir kali. Namun,
karena kondisi jenazah yang sudah tidak memungkinkan setelah dua pekan, kami
merekam proses penyucian sebagai ganti. Keluarga akhirnya ikhlas jenazah tidak
disemayamkan di rumah, melainkan langsung disalatkan dan dimakamkan,"
jelas Catur.
Keluarga mengaku bersyukur dan menganggap kepulangan jenazah
Syafiq ke Magelang adalah sebuah karunia besar setelah operasi pencarian yang
sangat berat di medan ekstrem.
Apresiasi untuk Tim SAR
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, yang hadir langsung di
rumah duka, menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Ia juga memberikan
apresiasi setinggi-tingginya kepada tim SAR gabungan dan relawan yang telah
berjibaku selama 18 hari di Gunung Slamet.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Magelang,
kami berduka cita. Terima kasih kepada seluruh relawan yang telah membantu
hingga Ananda Syafiq bisa ditemukan dan kembali ke pelukan keluarga,"
pungkas Damar.