-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global menjadi perhatian pelaku pasar. Akibatnya, banyak investor lebih memilih aset lindung nilai

Sabtu, 24 Januari 2026 | Januari 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-23T20:04:45Z

 


Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global menjadi perhatian pelaku pasar. Akibatnya, banyak investor lebih memilih aset lindung nilai seperti emas untuk berinvestasi.

Pengamat pasar modal sekaligus co-founder Pasardana, Yohanis Hans Kwee, menyebut harga emas dunia diproyeksikan masih memiliki potensi kenaikan dalam jangka menengah hingga panjang, seiring meningkatnya permintaan aset lindung nilai.

Menurutnya, pasar keuangan global tahun ini digerakkan oleh tiga tema utama, yakni perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), memanasnya tensi geopolitik global, dan risiko inflasi. Ia mengatakan data ekonomi Amerika Serikat (AS), seperti rilis inflasi dan penjualan ritel, juga menjadi indikator penting yang memengaruhi sentimen investor global dan domestik. Apalagi pasar dibayangi kebijakan tarif tinggi Presiden AS Donald Trump.

“Tampaknya, investor mulai rasional dan memilih saham yang sudah dapat memonetisasi potensinya,” ujar Hans Kwee dalam Edukasi Wartawan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bertajuk “Arah IHSG di Tengah Tensi Geopolitik dan Potensi Bubble AI”, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, saat ini pelaku pasar mulai memfavoritkan sektor yang memiliki fundamental kuat di tengah ketidakpastian. “Seluruh dunia sedang berusaha memengaruhi bank sentral,” tambahnya.

Dia mencontohkan sejumlah ketidakpastian global, seperti perang Rusia-Ukraina, penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, hingga konflik minyak serta demonstrasi besar di Iran yang menjadi faktor utama penggerak pasar keuangan pada 2026.

“Tetapi volatilitas ini bukan semata ancaman, melainkan juga peluang bagi investor untuk mengakumulasi saham ketika harga mengalami koreksi, dengan catatan memilih saham berkualitas,” tuturnya.

×
Berita Terbaru Update