Mantan kekasih
Brooklyn Beckham mengungkap kehidupan sang selebritas bersama keluarga
terkenalnya sejak kecil penuh tekanan dan tantangan.
Afton McKeith, teman masa kecil yang pernah menjalin
hubungan dengan Brooklyn saat remaja, menyatakan bahwa konflik dalam keluarga
Beckham bukanlah hal yang terjadi secara tiba-tiba. Pernyataan itu muncul
setelah Brooklyn melontarkan kritik terhadap orang tuanya, David Beckham dan
Victoria Beckham, melalui unggahan media sosial.
“Ada banyak hal yang
terjadi selama bertahun-tahun. Ini bukan sesuatu yang muncul mendadak,” ujar
Afton kepada The Sun, Minggu (25/1/2026).
Menurutnya, Brooklyn menyampaikan kebenaran tentang
pengalaman hidupnya. Ia menilai masa kecil Brooklyn tidak mudah karena harus
tumbuh di bawah sorotan publik yang intens.
“Dia mengatakan yang sebenarnya. Masa kecilnya sulit. Hidup
dalam sorotan publik sangat menantang baginya,” kata Afton.
Afton juga mengungkap Brooklyn mengalami kecemasan sejak
muda. Ia merasa seolah-olah dunia selalu menunggu dirinya melakukan kesalahan.
“Brooklyn sering merasa cemas. Ia merasa orang-orang selalu
mengawasinya. Saya pikir orang tuanya seharusnya lebih melindunginya dan
mempertimbangkan dampak citra publik terhadap dirinya,” ujarnya.
Afton menceritakan Brooklyn kerap merasa tidak nyaman ketika
difoto di tempat umum. Ia selalu dikawal pengawal dan merasa tertekan oleh
perhatian publik.
“Semua orang
mengenalinya. Ia selalu berada di bawah sorotan dan sering merasa panik ketika
difoto,” tutur Afton.
Selain itu, Brooklyn juga merasa terisolasi karena orang
tuanya kerap bepergian untuk pekerjaan. Meski memiliki pengasuh dan saudara
kandung, ia tetap merasa kesepian. “Ia merasa terisolasi meski ada keluarga di
sekitarnya,” tambah Afton.
Afton menepis spekulasi Nicola Peltz, istri Brooklyn, ikut
menulis pernyataan kontroversial tersebut. Menurutnya, pernyataan itu murni
berasal dari Brooklyn. “Itu Brooklyn. Dia cerdas dan sudah cukup dewasa,”
katanya.
Dalam unggahan di Instagram, Brooklyn menyatakan
kekecewaannya terhadap keluarganya. Ia mengaku telah lama memilih diam demi menjaga
masalah keluarga tetap privat, tetapi akhirnya memutuskan berbicara.
“Saya telah diam selama bertahun-tahun. Namun orang tua saya
dan tim mereka terus menghubungi media, sehingga saya tidak punya pilihan selain
berbicara,” tulis Brooklyn.
Ia juga menegaskan tidak ingin berdamai dengan keluarganya
dan menyatakan bahwa dirinya tidak dikendalikan. “Saya tidak ingin berdamai
dengan keluarga saya. Saya tidak dikendalikan. Saya hanya membela diri untuk
pertama kalinya dalam hidup saya,” tulisnya.