-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan ketersediaan serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati tetap aman dan terkendali

Minggu, 18 Januari 2026 | Januari 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-17T20:16:11Z

 


- Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan ketersediaan serta distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati tetap aman dan terkendali meski sejumlah wilayah terdampak banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT Taufiq Kurniawan mengatakan, banjir sempat mengganggu beberapa jalur suplai utama, di antaranya kawasan Trengguli, Kabupaten Demak, wilayah Kaligawe dan Pengapon di Kota Semarang, serta jalur lintas Kudus-Jepara-Juwono.

Untuk menjaga kelancaran distribusi energi, Pertamina melakukan pengaturan jalur alternatif dan penyesuaian pola pasokan. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan intensifnya pemantauan dan mitigasi pasokan energi di kawasan Pantura Jawa Tengah yang terdampak banjir.

 “Kami melakukan pengaturan distribusi pada dini hari saat lalu lintas relatif lengang, sekaligus mengalihkan jalur suplai agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi meskipun terdapat kendala akibat banjir,” ujar Taufiq, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, Pertamina menerapkan prioritas operasional dengan mendahulukan mobil tangki yang menuju wilayah terdampak. Selain itu, jalur alternatif melalui Grobogan-Mranggen turut dioptimalkan untuk menghindari genangan banjir.

Guna menjaga ketersediaan energi rumah tangga, Pertamina juga menyiapkan tambahan pasokan elpiji 3 kilogram di wilayah terdampak. Penambahan dilakukan sebanyak 33.600 tabung untuk Kabupaten Jepara, 29.080 tabung untuk Kabupaten Kudus, dan 37.520 tabung untuk Kabupaten Pati.

Penambahan pasokan elpiji bersifat fakultatif tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus mencegah potensi kelangkaan yang dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.

“Dengan pasokan yang mencukupi, diharapkan distribusi elpiji tetap lancar dan masyarakat memperoleh elpiji sesuai harga eceran tertinggi,” katanya.

Pada sisi lain, Pertamina mencatat beberapa SPBU di wilayah Kudus terdampak banjir dan harus menghentikan operasional sementara sesuai prosedur keselamatan. SPBU tersebut antara lain SPBU 43.593.18 di Jalan Lingkar Utara Bacin, SPBU 44.593.15 di Jalur Pantura Demak-Kudus, serta SPBU 48.595.05 di Jalan Raya Demak perbatasan Kudus-Demak.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina mengarahkan konsumen ke SPBU terdekat yang masih beroperasi, seperti SPBU 44.593.04 Matahari di Jalan Jenderal Ahmad Yani Kudus, SPBU 44.593.01 Prambatan di Jalan Raya Kudus-Jepara, SPBU 44.593.09 Hadipolo di Jalan Raya Kudus-Pati, serta SPBU 44.593.25 Rendeng di Jalan Jenderal Sudirman Kudus.

Terkait kualitas produk, Taufiq menegaskan seluruh fasilitas yang terdampak banjir tidak akan kembali beroperasi sebelum melalui pemeriksaan menyeluruh.

“Kami memastikan kualitas BBM dan elpiji tetap sesuai standar. Setiap SPBU terdampak banjir akan dicek terlebih dahulu sebelum kembali melayani masyarakat,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update