Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang
dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi dengan letusan setinggi 900 meter di atas
puncak pada Senin malam.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin, 9
Februari 2026, pukul 18.32 WIB," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung
Semeru, Liswanto menurut keterangan yang diterima di Lumajang, Senin.
Aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat dengan
tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 900 meter di atas puncak (4.576
meter di atas permukaan laut).
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan
intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan dibuat, erupsi masih
berlangsung," tuturnya.
Liswanto menjelaskan Gunung Semeru berada pada status
aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak
boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan,
atau sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh
melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di
sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan
aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius
lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran
batu (pijar)," katanya.
Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran
lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung
Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk
Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari
Besuk Kobokan.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengimbau
masyarakat untuk mematuhi rekomendasi PVMBG terkait jarak aman dari bencana
erupsi Gunung Semeru.
"Kami sudah melakukan pemasangan CCTV dan sirine
sebagai early warning sistem (EWS), sehingga masyarakat yang mendengar sirine
tersebut bisa melakukan evakuasi secara mandiri ke tempat yang aman saat
bencana Semeru datang sewaktu-waktu," katanya.