Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan seluruh
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilengkapi dengan sarana rantai dingin
terintegrasi untuk menjaga mutu hasil tangkapan nelayan.
Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan
dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud menyebutkan fasilitas rantai dingin tersebut
meliputi cold storage portabel, pabrik es, kendaraan berpendingin, hingga cool
box yang berfungsi menjaga kualitas ikan sejak pascapanen hingga ke tangan
konsumen.
Machmud, dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, mengatakan
keberadaan fasilitas rantai dingin merupakan instrumen penting dalam meningkatkan
kesejahteraan nelayan.
Fasilitas rantai dingin merupakan rangkaian infrastruktur
dan logistik yang dirancang untuk menjaga suhu produk tetap stabil—biasanya
pada suhu rendah atau beku—mulai dari tahap produksi, penyimpanan, hingga
distribusi ke tangan konsumen.
"Pengelolaan pascapanen yang berfokus mutu dan kualitas
menjadikan produk perikanan memiliki daya saing dan nilai tambah tinggi,"
ujarnya.
Machmud menegaskan KKP tidak hanya membangun infrastruktur,
tetapi juga memberikan bimbingan teknis (bimtek) agar pengelolaan rantai dingin
berjalan efisien dan berkelanjutan.
Dia berharap melalui bimbingan teknis, pengelola KNMP dapat
meningkatkan kapasitas pengelolaan sistem rantai dingin agar berjalan secara
efisien, dan berkelanjutan.
Dengan pengelolaan yang baik, ia meyakini fasilitas rantai
dingin dapat menjadi penopang ekonomi biru sekaligus memperkuat ketahanan
pangan nasional.
"Kami menyadari keberhasilan rantai dingin tidak hanya
ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, tetapi terutama oleh kualitas
pengelolaan usaha," tuturnya.
Direktur Pemberdayaan Usaha Ditjen PDSPKP KKP Catur Sarwanto
menambahkan KKP telah melaksanakan bimtek pengelolaan sarana rantai dingin pada
4 Februari 2026, yang diikuti 350 peserta dari pengurus koperasi hingga kepala
dinas kabupaten dan kota di 65 lokasi KNMP penerima sarana rantai dingin.
"Bimtek ini merupakan pembekalan kepada para pengurus
koperasi yang akan mengelola sarana dan prasarana sistem rantai dingin di
KNMP," katanya..
Sugito dari KSU Mina Barokah Juwana, Pati, menuturkan lima
kunci keberhasilan usaha kendaraan berpendingin, mulai dari hasil tangkapan
nelayan, penghitungan ongkos jasa distribusi, selektif pada tenaga kerja
pengemudi, servis berkala kendaraan, hingga pengurus dan pengelola yang
berintegritas.
Sementara itu, salah satu pengurus Koperasi Mina Muara
Sejahtera, Wading, menekankan pentingnya kesamaan visi dan tanggung jawab
pengurus dalam mengelola cold storage portabel berkapasitas 10 ton yang akan
disediakan oleh KKP nanti.
Dalam tahap awal, KKP menargetkan pembangunan 65 KNMP
selesai pada Mei 2026. Saat ini sudah ada 19 KNMP yang telah rampung dan mulai
beroperasi.