-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Gelombang laut di perairan selatan Pulau Jawa hingga Bali diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Senin, 15 Juni 2026 | Juni 15, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-15T05:38:16Z

 Gelombang laut di perairan selatan Pulau Jawa hingga Bali diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku pada 15-18 Juni 2026, menyusul menguatnya pola angin di sejumlah wilayah perairan Indonesia.



Kawasan Samudra Hindia yang membentang dari selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, hingga Bali menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian. Di kawasan tersebut, tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter dan berpotensi memengaruhi aktivitas pelayaran, nelayan, serta wisata.

BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 8-25 knot. Sementara itu, angin di wilayah Indonesia bagian utara bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4-15 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Banda dan Laut Arafuru," demikian keterangan BMKG dalam peringatan dini gelombang tinggi yang dirilis, Senin (15/6/2026).

Menurut BMKG, kondisi tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Selain perairan selatan Jawa hingga Bali, gelombang setinggi 1,25-2,5 meter juga berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, serta perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

BMKG juga mencatat potensi gelombang dengan ketinggian serupa di Laut Jawa bagian timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, hingga Laut Arafuru bagian utara, barat, tengah, dan timur.

"Dengan adanya pola angin tersebut, peluang terjadinya gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia," tulis BMKG.

BMKG mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi gelombang. Nelayan, operator kapal penyeberangan, hingga pelaku wisata bahari diminta memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru sebelum berlayar.

"Peringatan dini ini diharapkan menjadi perhatian bagi masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran maupun kegiatan di wilayah pesisir agar selalu mengutamakan keselamatan," kata BMKG.

BMKG juga mengingatkan kondisi cuaca laut dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, pemantauan informasi cuaca dan gelombang secara berkala menjadi langkah penting untuk mengantisipasi potensi risiko di perairan.


×
Berita Terbaru Update