Layanan pembayaran digital iFortepay mendukung UMKM dalam
mempermudah transaksi dan pembayaran digital melalui layanan acquiring QRIS
yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh QRIS tanpa persyaratan membuka
rekening baru.
“Inisiatif ini membuka akses pembayaran digital yang lebih
inklusif, memudahkan transaksi, dan mempercepat adopsi ekonomi digital di
kalangan UMKM," ujar CEO iFortepay Valerino Wijaya dalam keterangan pers
yang diterima di Jakarta, Selasa.
Valerino melihat hambatan administratif yang ketat dan
proses pendaftaran yang rumit masih menjadi kendala pelaku usaha kecil dalam
memperluas akses pasar dan menghambat berbagai metode pembayaran nontunai.
iFortepay hadir sebagai solusi yang mempermudah proses
tersebut agar dapat membantu UMKM berkembang secara berkelanjutan dengan
menyederhanakan proses pembuatan QRIS dengan hanya memerlukan KTP, foto selfie
dengan KTP, dan informasi dasar usaha.
Melalui platform iFortepay, pelaku usaha akan mengelola
transaksi secara real-time dengan pilihan QRIS statis maupun dinamis, didukung
struktur biaya yang kompetitif serta berbagai metode pembayaran on the spot.
Seluruh transaksi mulai dari status dibuat, masuk, hingga
pending dapat dipantau langsung melalui aplikasi, sekaligus dilengkapi fitur
pengunduhan laporan keuangan.
“UMKM membutuhkan solusi pembayaran yang tidak rumit,
transparan, dan terjangkau. iFortepay hadir untuk menjembatani kebutuhan
tersebut, agar pelaku usaha lokal bisa fokus mengembangkan bisnisnya tanpa
terbebani proses teknis yang kompleks,” tambah Valerino Wijaya.
Saat ini, iFortepay melayani merchant segmen UMKM sebagai
kontributor terbesar, dengan transaksi hingga 1,2 juta per bulan. Pada fase
awal implementasi produk, iFortepay menargetkan pertumbuhan transaksi hingga lima
kali lipat pada 2026, seiring meningkatnya adopsi merchant dan preferensi
terhadap pembayaran digital.
Valerino berharap iFortepay bisa menjangkau lebih banyak
UMKM, termasuk di daerah yang belum terlayani optimal dengan jaringan
Portelindo dan Djarum yang tersebar luas.
“Bersama regulator, pelaku industri lain, dan komunitas
UMKM, kami optimistis ekosistem digital Indonesia akan semakin inklusif dan
memberdayakan pelaku usaha di seluruh level,” katanya.