Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi dugaan
penebangan hutan sebagai pemicu banjir bandang di kawasan objek wisata Guci,
Kabupaten Tegal, dengan menyatakan pemerintah telah menyiapkan langkah tindak
lanjut melalui proses investigasi.
"Kan sudah ada tim investigasinya juga sudah ada ya,
baik dari apa, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten, saya juga sudah
berkoordinasi," kata Prasetyo di Kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta,
Rabu.
Dia menyampaikan Kementerian Kehutanan juga telah diminta
untuk melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap kondisi kawasan hutan di
sekitar lokasi wisata Guci.
Peninjauan tersebut bertujuan untuk melihat kondisi wilayah
dan memastikan kesesuaian pemanfaatan kawasan dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami meminta dari Kementerian Kehutanan untuk juga
melakukan review di wilayah sekitar tempat wisata Guci di Kabupaten Tegal itu.
Ya nanti kita coba lihat kalau ini seperti apa kondisinya," ujar dia.
Menurut Prasetyo, proses penanganan dan evaluasi tersebut
dilakukan dengan mekanisme yang sama seperti penanganan kasus serupa di
sejumlah wilayah lain, termasuk di tiga provinsi di Sumatra, yakni Aceh, Sumatra
Utara, dan Sumatra Barat.
"Sama seperti yang di tiga provinsi di Sumatra kan
prosesnya juga seperti itu," pungkasnya.
Diberitakan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut kemungkinan
penebangan menjadi salah satu pemicu banjir bandang di Kabupaten Tegal, Jawa
Tengah.
Iya, ini sudah hulu. Ini sebenarnya sudah hulu. Tapi di atasnya terjadi hujan yang lebih besar, kemudian ada kayak sepertinya ada penebangan,” kata Muzani di kawasan wisata Guci, Tegal, Senin (16/2)
“Karena itu Pemerintah Kabupaten sedang berkoordinasi dengan
Kementerian Kehutanan agar akan ada rencana penanaman kembali ya,” imbuhnya.