Microsoft mengumumkan perubahan besar di jajaran pimpinannya
di divisi gim, dengan CEO Microsoft Gaming Phil Spencer meninggalkan
perusahaan, bersama Presiden Xbox Sarah Bond.
Spencer akan digantikan oleh Asha Sharma, mantan eksekutif
Instacart dan Meta. Posisi terakhir Sharma adalah Presiden produk CoreAI di
Microsoft. Laman Techcrunch, Sabtu (21/2) melaporkan, pergantian ini
mengisyaratkan bahwa Microsoft kemungkinan akan semakin fokus menghadirkan
kecerdasan artifisial (AI) dalam industri game.
Sebelumnya, Microsoft memang sudah bereksperimen
menggabungkan AI dan gim. Beberapa contohnya adalah pengembangan asisten gim
berbasis AI serta peluncuran level “Quake II” yang dibuat dengan AI, meski saat
itu hasilnya masih bermasalah.
Dalam memo internal yang dipublikasikan oleh The Verge,
Sharma menulis bahwa Microsoft “akan menciptakan model bisnis baru dan cara
bermain yang baru”. Ia juga menyebut bahwa “monetisasi dan AI” akan terus
berkembang dan memengaruhi masa depan industri ini.
Meski demikian, Sharma menegaskan perusahaan tidak akan
mengejar efisiensi jangka pendek atau “membanjiri ekosistem dengan konten AI
tanpa jiwa”.
“Game adalah dan akan selalu menjadi karya seni, dibuat oleh
manusia, dan diciptakan dengan teknologi paling inovatif yang kami sediakan,”
tambah Sharma.
Pernyataan tersebut merupakan satu dari tiga “komitmen” yang
ia sampaikan dalam memo itu. Dua komitmen lainnya adalah membangun “game hebat
yang dicintai para pemain” serta memprioritaskan Xbox.