-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Pemerintah Australia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka memperkuat kerja sama investasi, yang dilaksanakan sebagai bagian dari kunjungan resmi Perdana Menteri

Sabtu, 07 Februari 2026 | Februari 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-06T20:40:19Z

 


Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Pemerintah Australia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka memperkuat kerja sama investasi, yang dilaksanakan sebagai bagian dari kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese ke Indonesia.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, serta disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat mengatakan, MoU ini mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk melangkah lebih jauh dalam membangun kemitraan ekonomi yang saling menguatkan dan berorientasi jangka panjang.

Bagi Danantara Indonesia, Ia melanjutkan kolaborasi ini membuka akses yang lebih luas ke ekosistem investasi global, memperkuat kepercayaan, serta menciptakan peluang nyata bagi pengembangan proyek-proyek strategis ke depan.

"Kami memandang kerja sama ini sebagai langkah forward looking untuk mendorong investasi berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi nasional, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat global," ujar Rosan.

Dia menjelaskan, MoU kedua negara menetapkan kerangka dan mekanisme kolaborasi yang terstruktur untuk mendorong pertumbuhan hubungan investasi Indonesia dan Australia secara berkelanjutan.

Adapun, kolaborasi dilakukan melalui penguatan kemitraan dengan lembaga pendanaan dan institusi investasi Australia, guna memperluas akses pembiayaan dan memperdalam aliran investasi bilateral.

Di luar mobilisasi modal, Ia melanjutkan, kerja sama juga menekankan pembangunan kapasitas jangka panjang melalui kolaborasi di bidang pendidikan, pengembangan keahlian, serta pertukaran talenta.

"Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya Danantara memperkuat profesionalisme dan produktivitas sumber daya manusia serta mendukung transformasi ekonomi nasional yang berdaya saing global," ujar Rosan.

Selain itu, kedua negara juga akan mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan investasi dua arah pada berbagai sektor prioritas, termasuk infrastruktur, iklim, energi, pertambangan, kesehatan, digital, serta pangan dan agribisnis.

Demi mendukung implementasi peluang tersebut, Indonesia dan Australia juga akan menjajaki berbagai pengaturan dan skema pendanaan yang dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang menjadi kepentingan bersama.

Sebagai langkah selanjutnya, para pihak akan membentuk Kelompok Kerja (Working Group) dan Rencana Kerja untuk mengimplementasikan ruang lingkup kolaborasi, dengan rencana untuk mengadakan pertemuan secara reguler guna memastikan kemajuan implementasi kerja sama.

Mencerminkan ambisi bersama kedua negara, MoU sejalan dengan kebijakan strategis kedua negara, diantaranya Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040, Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), serta Visi Indonesia Emas 2045.

×
Berita Terbaru Update