Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Pemerintah Australia
menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka memperkuat kerja
sama investasi, yang dilaksanakan sebagai bagian dari kunjungan resmi Perdana
Menteri (PM) Australia Anthony Albanese ke Indonesia.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh CEO Danantara Indonesia
Rosan Roeslani dan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, serta disaksikan
langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Australia Anthony Albanese.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani dalam keterangan
resmi di Jakarta, Jumat mengatakan, MoU ini mencerminkan komitmen kuat kedua
negara untuk melangkah lebih jauh dalam membangun kemitraan ekonomi yang saling
menguatkan dan berorientasi jangka panjang.
Bagi Danantara Indonesia, Ia melanjutkan kolaborasi ini
membuka akses yang lebih luas ke ekosistem investasi global, memperkuat
kepercayaan, serta menciptakan peluang nyata bagi pengembangan proyek-proyek
strategis ke depan.
"Kami memandang kerja sama ini sebagai langkah forward
looking untuk mendorong investasi berkualitas, mempercepat transformasi ekonomi
nasional, dan memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar semakin
kompetitif di tingkat global," ujar Rosan.
Dia menjelaskan, MoU kedua negara menetapkan kerangka dan
mekanisme kolaborasi yang terstruktur untuk mendorong pertumbuhan hubungan
investasi Indonesia dan Australia secara berkelanjutan.
Adapun, kolaborasi dilakukan melalui penguatan kemitraan
dengan lembaga pendanaan dan institusi investasi Australia, guna memperluas
akses pembiayaan dan memperdalam aliran investasi bilateral.
Di luar mobilisasi modal, Ia melanjutkan, kerja sama juga
menekankan pembangunan kapasitas jangka panjang melalui kolaborasi di bidang
pendidikan, pengembangan keahlian, serta pertukaran talenta.
"Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya Danantara
memperkuat profesionalisme dan produktivitas sumber daya manusia serta
mendukung transformasi ekonomi nasional yang berdaya saing global," ujar
Rosan.
Selain itu, kedua negara juga akan mengidentifikasi peluang
untuk meningkatkan investasi dua arah pada berbagai sektor prioritas, termasuk
infrastruktur, iklim, energi, pertambangan, kesehatan, digital, serta pangan
dan agribisnis.
Demi mendukung implementasi peluang tersebut, Indonesia dan
Australia juga akan menjajaki berbagai pengaturan dan skema pendanaan yang
dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang menjadi kepentingan
bersama.
Sebagai langkah selanjutnya, para pihak akan membentuk
Kelompok Kerja (Working Group) dan Rencana Kerja untuk mengimplementasikan
ruang lingkup kolaborasi, dengan rencana untuk mengadakan pertemuan secara
reguler guna memastikan kemajuan implementasi kerja sama.
Mencerminkan ambisi bersama kedua negara, MoU sejalan dengan
kebijakan strategis kedua negara, diantaranya Invested: Australia’s Southeast
Asia Economic Strategy to 2040, Indonesia–Australia Comprehensive Economic
Partnership Agreement (IA-CEPA), serta Visi Indonesia Emas 2045.