Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store dan Menteri Luar
Negeri Espen Barth Eide menerima Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Oslo pada
Rabu, dan menegaskan kembali dukungan negara tersebut untuk solusi dua negara
yang sejati.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh pemerintah
Norwegia, Store menyatakan dirinya "sangat prihatin" terhadap perkembangan
situasi di Palestina.
Meski tahap kedua dari rencana perdamaian kini seharusnya
sudah berlangsung, pernyataan tersebut mengungkapkan situasi di Gaza masih
sangat parah bagi sekitar 2 juta penduduk, dengan pasokan barang dan bantuan
darurat yang masuk ke wilayah tersebut tidak mencukupi, serta sekitar 80 persen
bangunan hancur atau rusak berat.
Store mengatakan Norwegia mengharapkan berakhirnya konflik
dan pendudukan serta tercapainya solusi politik yang langgeng, dengan Palestina
dan Israel dapat hidup berdampingan dengan damai dan aman. Dia menambahkan
solusi dua negara yang nyata penting bagi stabilitas kawasan di Timur Tengah
maupun bagi keamanan Eropa.
Pernyataan itu juga menggambarkan bahwa situasi di Tepi
Barat, termasuk Yerusalem Timur, dalam kondisi serius, menyebut tentang
kekerasan oleh pemukim, perluasan permukiman, operasi militer Israel,
pembongkaran rumah, serta pembatasan pergerakan yang luas.
Eide mengatakan Norwegia, bersama negara-negara yang
memiliki pandangan serupa, akan terus berupaya mendorong solusi dua negara
serta melawan kekuatan-kekuatan yang mendorong perkembangan ke arah negatif.
Menurut pernyataan tersebut, ini merupakan kunjungan pertama
Abbas ke negara Nordik itu sejak Norwegia resmi mengakui Palestina sebagai
negara pada Mei 2024. Pada 2025, Norwegia memberikan bantuan sebesar 2,1 miliar
krona Norwegia (1 krona Norwegia = Rp1.769) atau sekitar 221 juta dolar AS (1
dolar AS = Rp16.781) untuk Palestina.