-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai Saldo Anggaran Lebih (SAL) bisa dialokasikan sebagai cadangan untuk mencegah pelebaran defisit

Jumat, 27 Maret 2026 | Maret 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-26T19:04:51Z

 

Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai Saldo Anggaran Lebih (SAL) bisa dialokasikan sebagai cadangan untuk mencegah pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 


“Dari sisi APBN, sebenarnya SAL sedang dibutuhkan untuk cadangan pelebaran defisit, khususnya dari subsidi energi,” kata Bhima saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan bila harga minyak berada pada level 90–110 dolar AS per barel, APBN membutuhkan tambahan Rp126 triliun untuk menambal subsidi energi.

“Pemerintah bisa ambil dari SAL, dibanding lakukan efisiensi anggaran yang esensial. Kalau SAL-nya sudah jadi kredit dan berputar kan ada ketidakcocokan jika pemerintah membutuhkan tambahan anggaran,” tambahnya.

Sementara itu, dia menilai tambahan suntikan SAL senilai Rp100 triliun kepada perbankan belum menyasar akar permasalahan secara tepat sasaran.

Menurutnya, masalah pada sisi kredit terletak pada rendahnya permintaan, alih-alih likuiditas perbankan.

Per Januari 2026, fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) perbankan masih Rp2.506,47 triliun atau 22,65 persen dari plafon kredit yang tersedia. Artinya, kata dia, angka kredit menganggur masih tinggi.

Sedangkan pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada periode yang sama terkontraksi 0,5 persen. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) pun tumbuh di bawah pertumbuhan kredit umum sekitar 5,5 persen.

“Ada kekhawatiran tambahan suntikan SAL meningkatkan jumlah kredit menganggur Bank Himbara. Sementara kalau dipaksa masuk ke program seperti kredit untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa berujung ke penurunan kualitas kredit,” tuturnya.

 

Sebagai catatan, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa kembali menambah penempatan dana SAL sebesar Rp100 triliun ke perbankan. Penambahan dana ini dilakukan seminggu sebelum Lebaran guna memastikan likuiditas tetap terjaga di tengah potensi peningkatan kebutuhan dana.

Dengan penambahan tersebut, total dana SAL yang telah ditempatkan di perbankan mencapai sekitar Rp300 triliun.

×
Berita Terbaru Update