-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengapresiasi niat baik Pemerintah Indonesia untuk memediasi Iran dan AS

Selasa, 03 Maret 2026 | Maret 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-02T20:54:07Z

 

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengapresiasi niat baik Pemerintah Indonesia untuk memediasi Iran dan AS meski hingga saat ini masih belum ada langkah konkret yang berkaitan dengan hal tersebut.

 


Hal itu disampaikan olehnya saat ditanya apakah sudah ada pihak yang menghubungi Kedutaan Besar Iran terkait mediasi tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

“Sampai saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal itu dan kami masih belum mengetahui apakah langkah seperti ini dapat berdampak atau berpengaruh atau tidak,” ujar Dubes Boroujerdi.

Menurutnya, pemerintahan kedua negara dapat melakukan komunikasi dan interaksi dengan pihak Iran, tetapi dia tidak dapat menjawab apakah mediasi dapat dilakukan atau tidak.

“Apabila Iran dan Indonesia ingin melakukan interaksi dan komunikasi lebih lanjut untuk mengetahui update dan situasi terkini di Iran, maka hal tersebut mungkin dapat dilakukan. Tetapi apakah mediasi dapat mencapai hasil atau tidak, saya tidak bisa berkomentar,” kata Dubes Iran itu.

Pada Sabtu (28/2), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa Indonesia siap untuk memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan dan kondusif dapat tercipta kembali.

“Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Tehran untuk melakukan mediasi,” menurut pernyataan tersebut.

Pada Sabtu (28/2), Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran, yang merupakan serangan kedua yang dilakukan oleh Israel dan AS setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Bulan Sabit Merah Iran, Senin (2/3), menyatakan jumlah korban tewas akibat serangan udara AS dan Israel sejak 28 Februari meningkat menjadi 555 orang.

Dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Fars, disebutkan bahwa serangan gabungan tersebut menargetkan 131 kawasan permukiman di seluruh Iran. Pernyataan itu mengonfirmasi 555 korban jiwa, namun tidak merinci jumlah korban luka.

×
Berita Terbaru Update