Kedutaan Besar Jepang di Jakarta resmi menerima buku “Taste
of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals
Program” yang merupakan bentuk gastrodiplomasi Indonesia di kawasan Asia Timur.
Menurut siaran pers Kepolisian Negara Republik Indonesia
(Polri), Rabu, buku itu diserahkan oleh Wakil Kepala Polri Komjen Pol Dedi
Prasetyo kepada Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedubes Jepang Myochin Mitsuru
saat buka puasa bersama Ikatan Sakura Indonesia (ISI) di Jakarta.
Siaran pers itu menyatakan bahwa buku itu ditulis oleh Wakil
Kepala Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Bidang
Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan.
Menurut Dirgayuza, buku tersebut ditulis sebagai jembatan
komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia.
“Melalui pendekatan budaya yang universal, masyarakat
internasional dapat memahami bagaimana Indonesia menjalankan Program Makan
Bergizi Gratis dengan kekuatan kearifan lokal dan keberagaman pangan nasional,”
kata Dirgayuza.
Sementara itu, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa
buku yang ditulis bersama itu merupakan wujud sinergi antara kebijakan, budaya,
dan kontribusi institusi negara dalam mendukung program prioritas nasional.
Menurut Dedi, buku itu adalah bentuk kontribusi nyata dalam
memperkenalkan wajah Indonesia yang humanis, kuat secara budaya, dan progresif
dalam kebijakan.
“Kehadirannya di berbagai pusat dunia menunjukkan bahwa
gastrodiplomasi Indonesia mampu menjadi bagian penting dan selaras dengan
diplomasi bangsa,” tegas Dedi.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa buku tersebut telah
diserahkan kepada Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya di London sebagai
simbol penguatan diplomasi budaya di Eropa.
Selain itu, buku yang juga dikenal sebagai Rasa Bhayangkara
Nusantara itu juga diperlihatkan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss,
yang menampilkan sinergi kebijakan strategis, budaya, dan program sosial
Indonesia.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa buku itu juga menjadi
bagian dari diplomasi dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke AS,
dilanjutkan dengan Jeddah dan Kedubes Jepang, di mana buku itu memperluas
jejaring diplomasi Indonesia di Timur Tengah dan Asia Timur.
Menurut siaran pers itu, buku Rasa Bhayangkara Nusantara
tidak hanya memuat 80 menu bergizi dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi
juga membawa pesan besar tentang implementasi Program Makan Bergizi Gratis
(MBG) Polri sebagai salah satu prioritas nasional.
Buku tersebut menjadi bukti bahwa karya anak bangsa dan
semangat Bhayangkara Nusantara telah melampaui batas negara, memperkuat posisi
Indonesia di panggung global melalui pendekatan inklusif, komunikatif, dan
berdaya saing internasional.