-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengapresiasi langkah Pakistan menjadi tuan rumah dialog antara Amerika Serikat

Kamis, 26 Maret 2026 | Maret 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-25T21:52:42Z

 

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengapresiasi langkah Pakistan menjadi tuan rumah dialog antara Amerika Serikat dan Iran.

 




"Saya memuji Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta para pemimpin negara sahabat lainnya yang telah melangkah maju," kata Anwar dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Rabu (25/3).

Ia menilai posisi Pakistan sebagai mitra berbagai pihak dan suara kredibel di dunia Muslim memberi peran penting dalam mendorong perundingan yang bermakna.

Malaysia, kata Anwar, mendukung inisiatif tersebut serta mendorong Amerika Serikat dan Iran merespons secara positif.

Ia menilai masih ada ruang untuk diplomasi yang harus dimanfaatkan dengan serius.

"Setiap perundingan harus dilaksanakan atas dasar niat yang tulus: komitmen yang jelas untuk mengakhiri konflik, bukan sekadar mengelola ritmenya demi keuntungan taktis," ujarnya.

Anwar mengatakan komunitas internasional terlalu sering menyaksikan gencatan senjata yang hanya menjadi jeda, bukan solusi.

Menurutnya, kawasan membutuhkan penyelesaian yang lebih berkelanjutan.

Ia juga menegaskan hak Iran untuk membela kedaulatannya sesuai hukum internasional.

Namun, Malaysia tetap menyerukan semua pihak menahan diri dan melindungi warga sipil serta infrastruktur negara-negara tetangga, khususnya di kawasan Teluk.

"Negara-negara Teluk, kawasan, dan dunia memiliki banyak hal yang dipertaruhkan — baik secara ekonomi, sosial, maupun dalam hal stabilitas jangka panjang — dan rakyatnya tidak boleh menanggung konsekuensi dari keputusan yang diambil di tempat lain," kata Anwar.

Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam penerapan hukum internasional.

Menurut Anwar, hukum internasional tidak boleh diterapkan secara selektif.

Ia mengatakan dalam beberapa hari terakhir, dirinya telah berdiskusi dengan para pemimpin dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk memahami situasi dan mendorong de-eskalasi.

"Malaysia akan terus mendukung setiap upaya yang kredibel menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan," katanya.

 

 

×
Berita Terbaru Update