-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Seorang penyintas bencana banjir bandang, yang menerjang Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Joris tetap membuka layanan perbankan

Jumat, 20 Maret 2026 | Maret 20, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-19T19:46:48Z

 




Seorang penyintas bencana banjir bandang, yang menerjang Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Joris tetap membuka layanan perbankan dengan memanfaatkan bagian rumah yang tersisa.

Joris, agen BRILink, yang ditemui Kamis, menyampaikan ruko yang terletak di seberang rumah luluh lantak tersapu banjir tanpa sisa.

Aktivitas layanan pun terpaksa dipindahkan ke rumahnya yang kini hanya menyisakan kamar bagian belakang.

"Langganan banyak, transaksi ramai di sini, tarik uang dan transfer. Jadi, dua hari setelah bencana lapor ke BRI, lalu tiga minggu siap bencana sudah mulai kembali," kata Joris yang telah menjadi agen selama tiga tahun.

Dalam kondisi serba terbatas, ia menyulap jendela kamar menjadi loket transaksi. Meja sederhana ditempatkan di depan jendela dari sisi dalam untuk meletakkan mesin electronic data capture (EDC) dan alat pengecekan keaslian uang. Sementara itu, voucher internet disusun di ambalan kecil di sisi ruang.

Meski mendapatkan bantuan perangkat perbankan dari pihak bank sebagai kompensasi atas kerugian, Joris mengaku belum memiliki cukup modal untuk membangun kembali ruko.

Ia menyebut idealnya seorang agen memiliki dana Rp100 juta di rekening dan Rp100 juta dalam bentuk tunai. Namun, seluruh uang tunai miliknya hilang terseret banjir.

Untuk kembali beroperasi, ia terpaksa meminjam Rp60 juta dari rekannya dengan menjaminkan mobil pribadi.

Keputusan tersebut diambil mengingat sebelum bencana, transaksi yang dilayaninya bisa mencapai 100 kali per hari dengan nominal dan jenis transaksi yang bervariasi.

Akan tetapi, jumlah transaksi turun pascabencana hingga 50 persen, seiring banyaknya pelanggan yang juga menjadi korban.

"Banyak transaksi yang hilang, karena korban yang meninggal itu juga nasabah saya. Hafal saya karena transaksi setiap hari. Kadang anak mereka mengirim dari rantau, ambil di sini, masih ingat saya orang-orangnya," ucapnya.

Kendati melayani transaksi dalam kondisi terbatas, terpantau sejumlah warga tetap mendatangi rumah Joris untuk melakukan berbagai transaksi, mulai dari transfer, tarik tunai, membayar tagihan, hingga pembelian pulsa data.

 

Adapun bencana banjir bandang, tanah longsor, banjir dan angin puting beliung melanda Agam pada akhir November 2025, mengakibatkan 165 orang meninggal dunia.

 

Korban terbanyak berasal dari Kecamatan Palembayan dengan korban meninggal mencapai 136 orang.

×
Berita Terbaru Update