Transisi kepemimpinan di Iran dipastikan masih akan berjalan
mulus menyusul gugurnya Ali Khamenei akibat serangan rudal Amerika Serikat dan
Israel, kata akademisi dan pengamat Timur Tengah Universitas Padjadjaran Dina
Sulaeman.
Sistem ideologis dan institusional Iran yang sudah berjalan
selama empat dekade telah matang dan memiliki struktur kekuasaan berlapis, kata
Dina merespons pertanyaan ANTARA terkait keberlanjutan pemerintahan Republik
Islam Iran.
“Pengalaman wafatnya Imam Ruhollah Khomeini pada 1989
menunjukkan bahwa transisi bisa berjalan tanpa mengguncang fondasi negara,”
kata Dina melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Minggu, merujuk pada Pemimpin
Tertinggi pertama Iran setelah Revolusi 1979.
Terlebih, Republik Islam Iran tidak berjalan sebagai sebuah
“rezim personalistik” yang hanya bergantung pada satu figur, kata dia.
Terkait tokoh yang akan menjadi pengganti Ali Khamenei, Dina
menyebut bahwa tokoh tersebut harus merupakan ulama yang bergelar Ayatullah,
yang merupakan gelar tertinggi dalam keilmuan agama di Iran.
“Iran punya banyak Ayatullah,” kata akademisi itu
menegaskan.
Di samping gelar Ayatullah, sistem Iran menjadikan
integritas serta kepemimpinan yang teruji sebagai syarat lain bagi tokoh yang
dapat ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi, kata dia.
Dina pun menjelaskan bahwa di tengah kekosongan jabatan
Pemimpin Tertinggi, Majelis Ahli yang beranggotakan para ahli agama dan ulama
dari seluruh provinsi Iran akan bersidang untuk memilih Pemimpin Tertinggi yang
baru.
Pada Sabtu pagi (28/2) waktu setempat, Amerika Serikat dan
Zionis Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota
Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa
rakyat sipil.
Iran kemudian melancarkan serangan rudal balasan ke wilayah
Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Pada Minggu, televisi nasional Iran mengkonfirmasi bahwa
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas akibat serangan rudal AS-Israel
tersebut.
Pada hari yang sama, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional
Tertinggi Iran Ali Larijani memastikan bahwa Majelis Ahli akan segera berkumpul
dan memulai proses pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran untuk menggantikan Ali
Khamenei yang gugur.