Jurnalis ABC Radio Hamish Macdonald menilai kerahasiaan
informasi pemerintah bisa mempersulit pelaksanaan kebijakan karena menghambat
dukungan publik.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam lokakarya "Reporting
on Foreign Policy Issues in the Context of Ongoing Geopolitical Developments"
di Jakarta, Selasa (7/4).
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Kompas Institute
bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia.
Hamish mengatakan pemerintah Australia pada beberapa isu cukup
terbuka, tetapi pada isu lain cenderung tertutup.
"Mungkin ada alasan yang sangat valid untuk itu, tetapi
kerahasiaan membuat pelaksanaan kebijakan menjadi lebih menantang,"
katanya.
Untuk memperoleh informasi, ia menyarankan media menghubungi
pejabat pemerintah yang paling mudah diakses.
Pejabat tersebut dinilai lebih berpeluang merespons ketika
akses informasi dibatasi.
Hamish juga menilai publik kini cenderung lebih mempercayai
media sosial dibandingkan media tradisional.
Menurutnya, hal itu dipengaruhi oleh kesalahan yang pernah
dilakukan media tradisional.
"Meski demikian, jika kita mampu menghadapi tantangan
ini dan berpihak pada audiens di tengah sistem informasi yang semakin tercemar,
itu menjadi cara untuk membangun kembali kepercayaan," katanya.
Hamish menambahkan media tradisional memiliki keunggulan
berupa akuntabilitas.
Media tradisional, kata dia, dapat mengakui kesalahan dan
memperbaikinya.
Menurutnya, transparansi dalam proses tersebut menjadi kunci
untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap media.