Pelatih timnas Bulgaria Aleksandar Dimitrov angkat topi
untuk kinerja pelatih timnas Indonesia John Herdman yang membuat tim Garuda
bermain sangat baik dalam dua laga FIFA Series 2026 meski memiliki waktu
persiapan yang singkat.
"Pelatih Anda, telah menerapkan gaya yang sangat baik
dengan cepat, terutama dalam membangun serangan. Kami sempat mengalami
kesulitan di sana," kata Dimitrov pada jumpa pers final FIFA Series 2026
di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin.
Saat itu tim Burgaria dibuat kesulitan oleh permainan
Indonesia, walaupun pada akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 1-0 melalui
gol penalti Marin Petkov.
Atas dasar itu, Dimitrov merasa masa depan Indonesia bersama
Herdman akan cerah. Ia pun mendoakan tim Garuda sukses di Piala Asia 2027 dan
juga Kualifikasi Piala Dunia 2030.
"Saya pikir kalian memiliki tim yang sangat baik dengan
masa depan yang cerah. Saya mendoakan yang terbaik untuk kalian di Piala Asia
dan kualifikasi Piala Dunia," kata Dimitrov, pelatih yang semasa menjadi
pemain juga pernah berkarier di Liga Indonesia tersebut.
Selain memuji sosok Herdman, Dimitrov juga menyanjung
pemain-pemain yang dimiliki tim Garuda karena banyak yang berkompetisi di
kompetisi elite Eropa, sebut saja Jay Idzes dan Emil Audero di Serie A Italia
(Sassuolo dan Cremonese), Kevin Diks di Bundesliga Jerman (Borussia
Moenchengladbach), Maarten Paes di Eredivisie Belanda (Ajax Amsterdam), hingga
Calvin Verdonk di Ligue 1 Prancis (Lille).
"Kami mengenal pemain Indonesia dengan sangat baik
karena banyak dari mereka yang berkompetisi di liga-liga yang sangat bagus di
Eropa. Tentu saja tim Anda sangat serius dan sangat bagus. Saya
membandingkannya dengan tim tingkat menengah di Eropa," kata pelatih 49
tahun tersebut.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Dimitrov ditanya
seorang wartawan tentang apakah dirinya berpikir akan kembali ke Indonesia
dalam waktu dekat jika ada tawaran yang bagus.
Menjawab pertanyaan ini, ia sekali lagi mengatakan bahwa
dirinya mencintai Indonesia. Namun, untuk saat ini fokusnya hanya untuk timnas
Bulgaria yang ia latih sejak September tahun lalu.
"Saat ini seluruh energi, pikiran, dan pekerjaan saya
terfokus pada timnas Bulgaria. Segala sesuatu ada awalnya dan akan ada
akhirnya. Kami masih berada di awal pengembangan tim kami. Cepat atau lambat,
masa tugas saya di Bulgaria akan berakhir, dan barulah setelah itu saya bisa
memikirkan Indonesia atau tempat lainnya," jawab dia.