Pimpinan Bank Pembangunan Multilateral (MDB) memperkuat
kerja sama untuk membantu negara-negara yang terancam mengalami krisis akibat
tekanan global, termasuk konflik Timur Tengah.
Pimpinan MDB tersebut mencakup African Development Bank
Group, Asian Development Bank, Asian Infrastructure Investment Bank, Council of
Europe Development Bank, European Bank for Reconstruction and Development,
European Investment Bank, Inter-American Development Bank Group, Islamic
Development Bank, New Development Bank, dan Grup Bank Dunia.
“Dengan menggabungkan kekuatan finansial, pengetahuan, dan
kemitraan kami, kami membantu negara-negara mengatasi tekanan saat ini
sekaligus membangun ketahanan untuk masa depan,” kata Presiden Asian
Development Bank (ADB) dan Ketua Kelompok Kepala MDB Masato Kanda dalam keterangan
tertulis di Jakarta, Sabtu.
MDB mencatat bahwa dampak dari perkembangan global saat ini
sudah mulai dirasakan melalui kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasokan,
dan kondisi keuangan yang makin ketat.
MDB pun berupaya membantu negara-negara dan klien mengelola
risiko, menjaga stabilitas makroekonomi, serta melindungi kelompok masyarakat
yang rentan.
Upaya itu utamanya berfokus pada pengembangan sektor swasta,
penciptaan lapangan kerja, infrastruktur, serta pertumbuhan berkelanjutan
jangka panjang, sesuai dengan mandat, strategi dan fokus operasional masing-masing.
Para pimpinan MDB menyatakan bahwa mereka akan terus
melakukan upaya bersama di bidang-bidang prioritas lainnya, termasuk akal
imitasi (AI).
Para pimpinan MDBs menegaskan kembali komitmen mereka untuk
bekerja secara lebih efektif sebagai sebuah sistem, termasuk dengan lebih memfokuskan
pada kualitas dan nilai.
Mereka menyepakati kerangka kerja bersama mengenai Nilai
untuk Uang (Value for Money) dalam pengadaan guna memastikan kualitas dan
keberlanjutan proyek-proyek yang didanai MDB, yang akan disesuaikan oleh
masing-masing bank dengan konteks operasionalnya sendiri.
Mereka juga menyoroti kemajuan dalam penerapan kerangka
kerja saling ketergantungan untuk memastikan pembiayaan bersama yang lancar
bagi proyek-proyek MDB.