-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan tumbuh sebesar 8,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp320 triliun

Rabu, 22 April 2026 | April 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-21T19:28:00Z

 


PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan tumbuh sebesar 8,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp320 triliun per Maret 2026.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan jumlah tersebut terdiri dari pembiayaan hijau sebesar Rp167 triliun yang meningkat 12,6 persen (yoy) serta portofolio sosial sebesar Rp153 triliun yang naik 5,1 persen (yoy).

“Saat ini Bank Mandiri terus mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pangsa pasar pada portofolio hijau yang mencapai lebih dari 35 persen, lebih besar dibanding tiga bank besar nasional lainnya,” kata Henry dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa.

Pada kuartal ini, perseroan mencatat pembiayaan baru sebesar Rp3,6 triliun di sektor green building dan Rp5,2 triliun di sektor pengelolaan sumber daya alam (SDA) hayati.

Bank Mandiri juga terus memperkuat sisi pendanaan, yang tercermin dari alokasi penuh dana Green Bond Tahap II sebesar Rp5 triliun, masing-masing sebesar 72 persen untuk sektor pengelolaan SDA hayati dan 28 persen untuk transportasi ramah lingkungan.

Langkah ini sejalan dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang mendorong pengembangan produk keuangan berkelanjutan.

Ketika ditanya wartawan mengenai potensi pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri pada tahun ini, Henry mengatakan bahwa perseroan optimis pembiayaan pada sektor ini akan tumbuh sekitar 7-9 persen (yoy), sejalan dengan target pertumbuhan kredit bank only.

“Di tengah kondisi makro domestik dan global yang masih penuh dinamika, Bank Mandiri tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi pembiayaan. Kami menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset sehingga ekspansi yang dilakukan tetap akan sehat, terukur dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” jelas Henry.

Ia menambahkan bahwa optimisme tersebut didukung oleh pipeline yang solid, di mana 77 persen dari total pipeline ditopang oleh sektor-sektor yang selaras dengan agenda pembangunan nasional.

Pertama, melalui pembiayaan proyek ketahanan energi yang mencakup transportasi ramah lingkungan, pengembangan energi terbarukan, serta peningkatan efisiensi energi.

Kedua, pembiayaan eco-efficient products yang mendukung efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus memperkuat daya saing sektor manufaktur melalui proses produksi yang lebih ramah lingkungan.

Ketiga, pembiayaan perumahan inklusif dengan program FLPP sebagai bagian dari dukungan terhadap akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah

Keempat, penguatan pembiayaan UMKM termasuk KUR dan pembiayaan mikro produktif sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas.

Untuk mempertahankan pangsa pasar terbesar dan posisi Bank Mandiri sebagai pemimpin pembiayaan hijau di Indonesia, Henry mengungkapkan bahwa perseroan memiliki strategi yang berfokus pada tiga hal utama.

 

Ketiganya yakni penguatan kualitas pipeline, akuisisi ekosistem nasabah secara menyeluruh, serta ekspansi yang selektif pada sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang serta sejalan dengan prioritas nasional.

Henry menambahkan, Bank Mandiri aktif berpartisipasi dalam berbagai focus group discussion dan roundtable discussion, serta pilot project bersama dengan regulator, pembuat kebijakan, dan kementerian.

Keterlibatan perseroan juga mencakup inisiasi strategis seperti waste to energy yang memberi ruang bagi Bank Mandiri untuk terus mengeksplorasi dan mengembangkan skema pembiayaan baru di sektor-sektor prioritas nasional.

“Dengan pendekatan tersebut, Bank Mandiri tidak hanya menjaga pangsa pasar tapi juga memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon,” kata Henry.

×
Berita Terbaru Update