CFMoto kembali menunjukkan ambisinya di segmen motor
performa tinggi global. Pabrikan asal China tersebut sukses mencatatkan rekor
baru melalui motor prototipe CFMoto V4 SR-RR yang menembus kecepatan puncak
315,82 km per jam di Lapangan Pengujian Otomotif Shangrao, Provinsi Jiangxi.
Pencapaian tersebut bukan sekadar angka kecepatan biasa.
Motor ini resmi dinobatkan sebagai sepeda motor bermesin bensin buatan China
tercepat dalam sejarah. Rekor itu sekaligus menjadi sinyal bahwa produsen China
mulai serius mengganggu dominasi merek-merek Jepang dan Eropa di kelas
superbike.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting mengingat CFMoto
merupakan salah satu merek sepeda motor dengan pertumbuhan paling agresif di
pasar global.
“Selama ini, satu segmen yang belum benar-benar mereka
masuki adalah kelas superbike liter bike yang selama puluhan tahun didominasi
pabrikan Jepang dan Eropa,” tulis Autoevolution, Selasa (23/6/2026).
Kabar baiknya, motor pemecah rekor tersebut tampaknya tidak
akan berhenti sebagai konsep semata. Pihak pabrikan menyebut V4 SR-RR sebagai
"prototipe pra-produksi", yang mengindikasikan proyek ini telah
mendapatkan lampu hijau menuju jalur produksi massal dan kini memasuki tahap
penyempurnaan akhir.
Menariknya, motor yang digunakan dalam pengujian kecepatan
tinggi itu tidak mendapatkan modifikasi ekstrem ataupun persiapan khusus.
Catatan kecepatan 315,82 km per jam dicapai berkat mesin V4 997 cc berpendingin
cairan yang dikembangkan sendiri oleh CFMoto.
Mesin tersebut mampu berputar hingga 15.000 rpm dan
menghasilkan tenaga lebih dari 210 hp. Dengan bobot kering hanya 180 kg, motor
ini memiliki rasio tenaga terhadap bobot yang sangat impresif sehingga mampu
bersaing dengan superbike papan atas dunia.
"Terobosan ini lahir dari komitmen jangka panjang
CFMoto terhadap riset dan pengembangan mandiri, serta penyempurnaan teknologi
melalui ajang balap kelas dunia," ungkap Wakil Presiden CFMoto, Chen
Zhiyong.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa
industri sepeda motor China kini telah bertransformasi dari sekadar pengikut
teknologi menjadi penantang serius di pasar global.
Selain performa mesin, motor ini juga dibekali teknologi
yang biasanya hanya ditemukan pada superbike premium. Salah satunya adalah
sistem sayap aerodinamis aktif elektrik (electronically active wing system)
yang diklaim mampu mengurangi hambatan angin hingga 12% saat akselerasi dan
meningkatkan downforce roda depan hingga 45% pada kecepatan tinggi.
V4 SR-RR juga akan dibekali paket elektronik lengkap
berbasis sensor IMU enam arah, meliputi e-CBS, Cornering ABS, quickshifter dua
arah, traction control, hingga cruise control.
Kini perhatian tertuju pada strategi harga yang akan
diterapkan CFMoto. Jika seluruh teknologi tersebut dapat dipasarkan di kisaran
15.000 dolar AS atau sekitar Rp 240 jutaan, motor ini berpotensi menjadi
ancaman serius bagi superbike Jepang seperti Suzuki GSX-R1000 dan Honda
CBR1000RR.
Namun, melihat konfigurasi mesin V4 dan teknologi yang
diusung, bukan tidak mungkin CFMoto justru akan memosisikan V4 SR-RR sebagai
rival Ducati Panigale V4 dan Aprilia RSV4 dengan harga lebih premium di kisaran
20.000 dolar AS atau sekitar Rp 320 jutaan. Jika skenario itu terjadi, maka
kemunculan CFMoto bukan lagi sekadar fenomena dari China, melainkan penantang
baru yang layak diperhitungkan oleh para pemain lama di segmen superbike dunia.