Andy Burnham berada di ambang menjadi perdana menteri
Inggris setelah memperoleh dukungan mayoritas anggota parlemen dari Partai
Buruh (Labour). Dukungan tersebut membuatnya hampir dipastikan menggantikan
Keir Starmer sebagai pemimpin partai sekaligus kepala pemerintahan.
Burnham mengungkapkan telah memperoleh nominasi dari 322
dari total 403 anggota parlemen Partai Buruh pada hari pertama pembukaan
pencalonan, Kamis (9/7/2026). Ia hanya membutuhkan satu nominasi lagi agar
berpeluang menjadi satu-satunya kandidat dalam pemilihan pemimpin partai.
"Semuanya mulai terasa sangat nyata," kata Burnham
dalam sebuah video singkat saat mengumumkan pencalonannya.
Masa pengajuan nominasi pemimpin Partai Buruh akan ditutup
pada Kamis (16/7/2026). Burnham diperkirakan akan ditetapkan secara resmi
sebagai pemimpin Partai Buruh pada Jumat (17/7/2026) dan dilantik sebagai
perdana menteri Inggris pada 20 Juli 2026.
Apabila Burnham berhasil memperoleh 323 nominasi, tidak akan
ada kandidat lain yang mampu memenuhi syarat minimal 81 dukungan anggota
parlemen untuk mengikuti kontestasi menggantikan Starmer.
Sejumlah anggota parlemen Partai Buruh mengaku belum sempat
memberikan suara pada Kamis (9/7/2026). Namun, mereka menyatakan akan mendukung
Burnham setelah kembali mengikuti sidang parlemen pada Senin (13/7/2026).
Peluang Burnham memimpin Partai Buruh semakin terbuka
setelah mantan wakil menteri pertahanan, Al Carns, pada Rabu (8/7/2026)
menyatakan tidak akan maju sebagai pesaingnya dalam pemilihan tersebut.
Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya pada Juni 2026
setelah Partai Buruh mencatat hasil mengecewakan dalam pemilihan lokal yang
digelar pada Mei 2026. Hasil tersebut memicu meningkatnya desakan dari anggota
parlemen agar partai melakukan pergantian kepemimpinan dan arah kebijakan.