-->

Notification

×

Iklan

Iklan

banner 728x90

Indeks Berita

Ukraina mengeklaim melancarkan serangan drone terkoordinasi terhadap Terminal Minyak St Petersburg dan fasilitas militer di Kronstadt

Minggu, 05 Juli 2026 | Juli 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-04T17:47:25Z

 Ukraina mengeklaim melancarkan serangan drone terkoordinasi terhadap Terminal Minyak St Petersburg dan fasilitas militer di Kronstadt, Rusia, pada Sabtu (4/7/2026). Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari serangan jarak jauh terhadap infrastruktur yang dinilai mendukung upaya perang Rusia.



Dalam pernyataannya, Zelensky mengatakan sasaran serangan berada lebih dari 850 kilometer dari perbatasan Ukraina.

 “Malam ini, sanksi jarak jauh Ukraina terhadap Rusia atas perang ini berhasil di dekat St Petersburg,” kata Zelensky.

 “Pasukan pertahanan Ukraina menyerang infrastruktur minyak pelabuhan yang menghasilkan pendapatan untuk upaya perang Rusia, dan ada juga serangan terhadap Kronstadt, target militer penting," imbuhnya.

Komando Pasukan Operasi Khusus (SOF) Angkatan Bersenjata Ukraina menyatakan operasi tersebut dilakukan bersama unit Serangan Jauh SOF, Pasukan Sistem Tak Berawak, Direktorat Intelijen Utama (HUR) Kementerian Pertahanan, serta Dinas Keamanan Ukraina (SBU).

Menurut militer Ukraina, sejumlah drone berhasil mencapai sasaran dan memicu kebakaran di Terminal Minyak St Petersburg. Fasilitas tersebut merupakan salah satu pusat utama ekspor produk minyak Rusia di kawasan Baltik dengan kapasitas pengolahan sekitar 12,5 juta ton per tahun.

Terminal tersebut melayani pengiriman minyak menggunakan kapal tanker ke berbagai negara, termasuk kawasan Afrika dan Timur Tengah, yang disebut Ukraina sebagai salah satu sumber pendapatan bagi anggaran perang Rusia.

Laporan serangan itu sejalan dengan informasi dari warga setempat dan analis intelijen sumber terbuka yang menyebut munculnya sejumlah lokasi kebakaran di area terminal pelabuhan St Petersburg.

Pada saat yang sama, aktivitas drone juga dilaporkan terjadi di wilayah Leningrad. Gubernur Leningrad Alexander Drozdenko mengatakan puing-puing drone jatuh di pelabuhan Vysotsk di Laut Baltik, sekitar 90 kilometer dari St Petersburg. Pelabuhan tersebut menjadi lokasi terminal minyak milik Lukoil.

Sementara itu, otoritas Rusia menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat 67 kendaraan udara tak berawak (UAV) di wilayah Leningrad pada Sabtu (4/7/2026) pagi.

Selain kawasan Baltik, serangan drone juga dilaporkan menyasar sejumlah wilayah lain di Rusia, termasuk Belgorod dan sekitar Moskow.

Di Belgorod, ledakan yang terjadi pada Sabtu mengakibatkan gangguan pasokan listrik dan air di sejumlah wilayah. Gubernur Belgorod Alexander Shuvayev menyebut insiden itu sebagai serangan besar-besaran yang merusak infrastruktur daerah.

Media lokal Rusia melaporkan kebakaran terjadi di pembangkit listrik tenaga termal Luch sehingga tim tanggap darurat dikerahkan ke lokasi.

Serangan tersebut terjadi sehari setelah gardu induk 110 kV di pembangkit listrik tenaga termal turbin gas Michurinskaya di Belgorod dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan drone, yang juga menyebabkan gangguan layanan utilitas.

Di wilayah Moskow, Wali Kota Sergey Sobyanin menyatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat 16 drone yang terbang menuju ibu kota. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut.

Serangan akhir pekan ini menyusul operasi militer Ukraina yang sebelumnya diklaim menyasar kilang minyak Lukoil-Nizhegorodnefteorgsintez di Kstovo pada Kamis. Berdasarkan penilaian awal yang disampaikan pihak Ukraina, serangan itu merusak unit pengolahan minyak AVT-6 dan memicu kebakaran.

Kilang Kstovo diketahui merupakan salah satu kilang minyak terbesar di Rusia serta menjadi pemasok bahan bakar utama bagi wilayah Moskow. Hingga artikel ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari pemerintah Rusia yang memverifikasi seluruh klaim Ukraina terkait dampak serangan tersebut.


×
Berita Terbaru Update