Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program KPR sejahtera fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar penyaluran KPR Sejahtera FLPP semakin tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
"BP Tapera akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran KPR Sejahtera FLPP semakin tepat sasaran dan semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mewujudkan impian memiliki rumah pertama," ujar Heru dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/7/2026).
Menurut Heru, berbagai kebijakan yang telah disiapkan pemerintah diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mendukung target program 3 juta rumah.
Salah satu kebijakan tersebut adalah penambahan tenor KPR sejahtera FLPP dari maksimal 20 tahun menjadi hingga 40 tahun. Perpanjangan tenor diharapkan dapat membuat cicilan rumah lebih ringan sehingga semakin banyak masyarakat yang memenuhi syarat untuk memperoleh rumah subsidi.
Heru menjelaskan pemerintah juga telah menetapkan batas maksimal penghasilan penerima manfaat KPR Sejahtera FLPP. Khusus di Jawa Timur, masyarakat yang belum menikah dengan penghasilan maksimal Rp 8 juta per bulan dan yang telah menikah dengan penghasilan maksimal Rp 11 juta per bulan dapat mengajukan KPR subsidi sepanjang memenuhi persyaratan.
Selain itu, pemerintah menyiapkan sekitar 50.000 kuota rumah subsidi di Jawa Timur sepanjang 2026 untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.
Hingga 3 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP yang dikelola BP Tapera telah mencapai 97.421 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 12,1 triliun.
Penyaluran tersebut didukung oleh 36 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang, 11.124 pengembang, dan telah direalisasikan pada 9.466 perumahan yang tersebar di 35 provinsi serta 378 kabupaten/kota.
“Capaian tersebut mencerminkan komitmen BP Tapera bersama seluruh mitra dalam memperluas kepemilikan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkasnya.